Selular.ID – Pengiriman smartphone global pada akhir 2025 lalu mencapai sekitar 1,25 miliar hingga 1,26 miliar unit, menandai pemulihan sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini sebagian besar didorong oleh pasar negara berkembang dan permintaan yang kuat untuk perangkat premium yang didukung AI.
Meski saat ini industri ponsel global tengah didera keterbatasan memori yang mengerek harga di tingkat konsumen, namun ponsel berkemampuan AI (AI phone) diprediksi mengalami pertumbuhan yang sangat besar.
Analis industri memperkirakan bahwa AI phone terutama berkemampuan AI generatif akan menyumbang lebih dari 50% dari total pengiriman pada 2028.
Pergeseran ini mengubah ponsel pintar dari sekadar alat komunikasi menjadi “sistem cerdas” dengan kemampuan pemrosesan yang canggih di dalam perangkat.
Untuk diketahui, AI phone adalah ponsel pintar yang mengintegrasikan kecerdasan buatan secara mendalam ke dalam sistem operasi dan perangkat kerasnya, bukan hanya menjalankan aplikasi AI.
Perangkat ini menggunakan Unit Pemrosesan Neural (NPU) khusus untuk melakukan pemrosesan di perangkat untuk tugas-tugas seperti pengeditan gambar, penerjemahan waktu nyata, manajemen baterai prediktif, dan asisten digital proaktif.
Meski, AI phone saat ini semakin berkembang, namun teknologi 5G berperan vital. Pasalnya kehadiran AI di smartphone mendukung koneksi super cepat dan latensi sangat rendah.
Penggunaan AI ini tentu saja harus diikuti dengan kecepatan internet yang cepat. Tentu saja teknologi 5G menjadi jawabannya.
Sekedar diketahui, kecepatan jaringan 5G menawarkan kecepatan unduh puncak teoritis hingga 20 Gbps.
Namun, dalam skenario dunia nyata, kecepatan unduh rata-rata biasanya berkisar antara 100 Mbps hingga 3 Gbps, tergantung pada kapasitas jaringan, frekuensi operator, dan lokasi.
Baca Juga: Indonesia Tak Boleh Lagi Telat Masuk Jaringan 6G Seperti 5G
Menilik kelebihannya, jaringan 5G memberikan peningkatan besar dalam latensi dan stabilitas koneksi dibandingkan teknologi sebelumnya, yaitu 4G LTE.
Dengan dukungan 5G, memungkinkan pemrosesan AI berbasis cloud secara instan, pembaruan model secara real-time, dan kelancaran fitur komputasi awan yang ukurannya terlalu besar untuk memori internal perangkat ponsel.
Terdapat lima poin utama mengapa 5G menjadi katalis utama bagi perkembangan AI di smartphone, yaitu zero delay, transfer data berkecepatan tinggi, membuka potensi AI komprehensif, mendukung ekosistem AI lebih luas, dan kecerdasan prediktif dalam jaringan.
Mari kulik satu persatu lima katalis yang sangat kritikal pada AI phone.
1. Latensi Nyaris Nol (Zero Delay)
5G menghilangkan waktu jeda (delay) antara smartphone dan server cloud. Hal ini memungkinkan asisten AI atau fitur terjemahan bahasa merespons perintah suara secara langsung tanpa jeda yang mengganggu.
2. Transfer Data Berkecepatan Tinggi
Fitur AI yang kompleks, seperti pembuatan gambar atau video real-time, membutuhkan pertukaran data masif. Kecepatan tinggi 5G memastikan unduh dan unggah data berjalan dalam hitungan detik.
3. Membuka Potensi AI Komprehensif (Cloud AI)
Keterbatasan memori smartphone membuat pemrosesan AI tercanggih harus dilakukan di cloud. 5G bertindak sebagai jembatan yang menghubungkan ponsel dengan pusat data (data center) dengan mulus seolah-olah diproses secara lokal.
4. Mendukung Ekosistem AI yang Luas
Kehadiran AI kini tidak hanya terbatas pada ponsel, tetapi juga merambah ke smart glasses dan smartwatch. Jaringan 5G dengan kapasitasnya yang sangat besar dapat menopang kebutuhan koneksi ribuan perangkat cerdas secara bersamaan.
5. Kecerdasan Prediktif Dalam Jaringan
Teknologi AI juga memainkan peran penting dalam jaringan 5G untuk mengelola trafik data, alokasi frekuensi otomatis, sekaligus manajemen efisiensi daya.
Baca Juga: AI dan 5G Saling Melengkapi, Indonesia Masih Tertinggal dari Negara Tetangga


