Selular.ID -

Bos Motorola Sebut Gaya Jualan Feature Phone Sudah Gak Mempan di Pasar Hp Sekarang

BACA JUGA

Selular.ID – Lanskap kompetisi pasar telepon seluler saat ini telah bergeser secara fundamental dibandingkan era ponsel fitur (feature phone).

Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesi, mengungkapkan dahulu pasar bersifat product-driven dengan tingkat penyerapan unit yang sangat tinggi, di mana penjualan puluhan juta unit dapat terealisasi dalam waktu singkat.

Namun saat ini kondisi pasar Hp berbeda, sehingga Motorola Indonesia mengimplementasikan strategi pemasaran tiga tahap untuk mengamankan ceruk pasar ponsel pintar tanah air di tengah ketatnya persaingan industri seluler pada Agustus 2026.

Mencakup penetrasi produk (product landing), penyampaian pesan pemasaran yang spesifik berdasarkan keunggulan perangkat, serta akselerasi skala penjualan (scaling up) melalui saluran digital.

Langkah tersebut diambil guna merespons perubahan perilaku konsumen yang kini dibanjiri distorsi informasi serta penurunan volume pasar pascapandemi.

“Saat ini, perubahan kondisi ekonomi dan ketebalan memori konsumen menuntut produsen smartphone untuk merancang strategi komunikasi yang tepat agar setiap produk mampu menjangkau segmen pasar yang dibidik,”kata Bagus kepada Seular dalam Bincang Eksekutif Baru-baru Ini.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam keterangannya, Motorola Indonesia menetapkan tahun pertama sebagai fase krusial untuk memastikan seluruh lini produk berhasil mendarat secara stabil di pasar lokal.

Perusahaan berfokus pada diferensiasi fitur utama untuk setiap model yang diluncurkan, mulai dari daya tahan baterai,
ketahanan fisik perangkat (durability), kemampuan kamera.

Fungsi hiburan, hingga kemampuan serbaguna (all-rounder). Pemetaan komunikasi ini dirancang agar konsumen dapat langsung memahami nilai tambah dari masing-masing lini produk.

Penyesuaian Strategi Komunikasi dan Saluran Distribusi
Tingginya akses informasi masyarakat yang dibarengi risiko distorsi pesan menjadi alasan utama Motorola Indonesia menerapkan segmentasi komunikasi yang presisi.

Setiap lini produk tidak lagi dipasarkan dengan pesan generik, melainkan disesuaikan dengan nilai guna (use case) utama target pengguna.

Strategi ini membantu merek mempertahankan posisi kompetitif di tengah pasar yang kian padat oleh berbagai merek smartphone global.
Setelah tahap peluncuran dan penyampaian pesan produk berjalan efektif, Motorola Indonesia mengeksekusi tahap scaling up untuk memperluas jangkauan pasar.

Pada tahap penetrasi awal ini, perusahaan memprioritaskan pemanfaatan saluran penjualan dalam jaringan (online channel) sebagai kanal pemasaran yang paling efisien dan responsif.

Saluran digital dinilai mampu menjangkau konsumen secara luas sekaligus mengukur respons pasar secara cepat.

Pendekatan bertahap ini memperlihatkan upaya produsen dalam mengimbangi dinamika bisnis seluler nasional. Dengan memfokuskan penjualan awal pada kanal online.

Motorola dapat mengoptimalkan alokasi sumber daya perusahaan sebelum mengekspansi jaringan distribusi ke kanal ritel fisik secara lebih luas.

Prospek Pasar Hp
Perubahan lanskap industri telepon seluler di Indonesia memaksa para pelaku usaha meninggalkan pola pemasaran massal yang kaku.
Konsumen modern cenderung melakukan evaluasi mendalam terhadap spesifikasi hardware, efisiensi daya, serta dukungan layanan purnajual sebelum memutuskan pembelian.

Kondisi ini mendorong vendor untuk lebih cermat dalam menentukan titik tawar produk di setiap tingkatan harga.
Kombinasi antara diferensiasi fitur produk dan efisiensi kanal distribusi online menjadi tumpuan utama Motorola Indonesia dalam menjaga keberlanjutan bisnisnya.

Evaluasi terhadap respons pasar di kanal digital akan menjadi basis data bagi perusahaan dalam menentukan arah ekspansi produk serta strategi komunikasi pemasaran pada periode berikutnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU