Beranda News Telco Outlook DIGITAL TELCO OUTLOOK 2021: Mengungkap Peluang dan Kendala Perluasan Jaringan Internet di...

DIGITAL TELCO OUTLOOK 2021: Mengungkap Peluang dan Kendala Perluasan Jaringan Internet di Berbagai Wilayah Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Indonesia adalah salah satu pasar telekomunikasi yang berkembang paling cepat di dunia, didorong oleh pertumbuhan pelanggan selular dan broadband tetap.

Menurut laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pengguna internet kini diperkirakan sebesar 196,7 juta pengguna. Itu berarti sebanyak 73% masyarakat Indonesia telah terhubung ke internet.

Di tengah ketidakpastian politik dan prospek ekonomi yang tak menentu akibat pandemi COVID-19, sektor telekomunikasi terbukti menjadi bidang yang esensial bagi perekonomian nasional. Pembangunan jaringan 4G yang meluas ke seluruh wilayah Indonesia, menjadikan infrastruktur data menjadi penting di dunia yang semakin terhubung.

Dan tak dipungkiri lagi, kini layanan data sudah menjadi kebutuhan utama pengguna. Lonjakan konsumsi data juga mendorong tumbuhnya pendapatan operator.

Tak sekedar menawarkan konektivitas, beragam produk dan layanan digital juga telah dihasilkan operator untuk memenuhi kebutuhan pengguna saat ini.

Perluasan jaringan infrastruktur baik fixed line maupun selular, pada gilirannya memberikan kesempatan bagi operator menggenjot kinerja khususnya di segmen new business. Meski demikian, jika pandemic COVID-19 terus berkepanjangan maka sejumlah tekanan juga akan dialami operator selular.

Hal ini menjadi penting karena Indonesia memiliki visi pada tahun 2025 menjadi negara terbesar di Asia Tenggara dengan nilai transaksi ekonomi digital mencapai 130 Miliar USD. Namun untuk mencapai hal tersebut ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti:

  1. Penetrasi internet Indonesia 64%, masih tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura 88%, Malaysia 83%, Thailand 75%, dan Vietnam 70%.
  2. Belum semua wilayah di Indonesia memiliki kualitas internet yang memadai. Rata-rata kecepatan internet mobile Indonesia 13,83 mbps, masih tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya seperti Malaysia 23,8 Mbps, Thailand 25,9 Mbps, Vietnam 30,39 Mbps, dan Singapura 57,16 Mbps.
  3. Terdapat kesenjangan layanan internet antara Indonesia bagian barat dan timur yang tidak merata. Baik dari sisi layanan maupun harga.
  4. Belum adanya kepastian regulasi yang mendukung kondusifitas dunia usaha. Saat ini operator menghadapi persoalan perizinan yang rumit dan biaya sewa jaringan utilitas di daerah-daerah yang membebani. Oleh karena itu, kerjasama antara pemerintah pusat, daerah dan operator mesti terjalin dengan baik agar biaya pembangunan infrastruktur jaringan kian bersahabat.

Melalui forum Digital Telco Outlook 2021, diharapkan forum tahunan ini dapat mendorong industri ICT semakin kuat dalam menghadapi tantangan di era disrupsi teknologi.

Artikel Terbaru