Wednesday, May 27, 2020
Home News Enterprise Huawei: Manuver AS Merugikan Industri Global

Huawei: Manuver AS Merugikan Industri Global

-

Jakarta, Selular.ID – Di tengah pandemi, Huawei menggelar perhelatan akbar Global Analyst Summit ke-17 di Shenzhen yang disiarkan pula secara daring dan dihadiri oleh lebih dari 2.000 peserta.

Guo Ping, Rotating Chairman Huawei, menyampaikan pengalaman serta pencapaian bisnis Huawei dalam kurun waktu satu tahun ini.

Selain itu, ia juga menyampaikan tanggapannya terkait dengan perubahan aturan mengenai Foreign Direct Product Rule (FDPR) yang diterbitkan oleh Pemerintah AS sejak 15 Mei lalu.

Huawei menyatakan ketidaksetujuan dengan amandemen yang dibuat oleh Departemen Perdagangan atas aturan produk langsung, yang secara spesifik ditujukan kepada Huawei.

Berikut pernyataan lengkap Huawei pada acara Global Analyst Summit ke-17 2020:

“Pemerintah AS memasukkan Huawei ke dalam daftar entitas atau Entity List mereka sejak 16 Mei 2019 tanpa adanya justifikasi. Sejak saat itu pula, terlepas dari fakta bahwa selama ini kami tidak bisa lagi mengakses ke sejumlah elemen industri dan teknologi yang menjadi kunci bagi kami, kami tetap berkomitmen untuk terus mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah AS.

Selain itu, kami juga telah memenuhi kewajiban-kewajiban yang tertuang secara kontraktual terhadap pelanggan juga penyuplai kami, namun kami mampu bertahan dan terus bergerak maju di tengah berbagai kendala yang menerpa kami.

Meskipun demikian, di tengah upaya kami yang gigih dan tak kenal lelah untuk bisa terlepas dari kesulitan-kesulitan yang menerpa kami ini, pemerintah AS bahkan memutuskan untuk melanjutkan dan abai dengan hal-hal yang sejatinya menjadi kekhawatiran dari banyak perusahaan dan asosiasi industri.

Keputusan ini jelas sewenang-wenang dan sangat merugikan, serta berpotensi membuat kekacauan bagi semua industri secara global. Aturan baru ini tentu akan membawa dampak pada ekspansi, perawatan, serta kelanjutan operasional jaringan senilai ratusan miliar dollar yang telah kami kucurkan kepada lebih dari 170 negara di dunia.

Keputusan ini juga akan membawa dampak yang luar biasa bagi layanan komunikasi yang selama ini telah melayani lebih dari 3 miliar manusia pengguna produk dan layanan Huawei di seluruh dunia. Manuver pemerintah AS yang secara sengaja menyerang perusahaan terkemuka global yang berasal dari negara lain, alih-alih merugikan pelanggan dan konsumen Huawei. Hal ini jelas bertolak belakang dengan klaim pemerintah AS bahwa tindakan mereka tersebut didasari oleh masalah keamanan jaringan.

Keputusan pemerintah AS ini tidak saja membawa dampak kepada Huawei. Namun, juga terhadap industri global secara luas. Dalam jangka panjang, manuver mereka justru akan merusak kepercayaan dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin erat di industri semikonduktor global di mana banyak industri lain bergantung terhadapnya. Ini justru akan membuat konflik dan membawa kerugian yang semakin menjadi bagi industri.

AS memanfaatkan kekuatan teknologi mereka untuk menghancurkan perusahaan dari luar negara mereka. Hal ini justru malah akan merusak kepercayaan perusahaan-perusahaan internasional terhadap teknologi dan rantai suplai dari pihak AS. Intinya, tindakan mereka justru akan merugikan AS sendiri.

Huawei mengambil langkah komprehensif terhadap terbitnya aturan baru ini. Mau tidak mau, bisnis kami tentu akan mengalami imbas pula. Kami akan terus mencari solusi-solusi atas permasalahan ini. Kami berharap bahwa pelanggan dan penyuplai kami akan terus berdiri bersama kami sebagai upaya dan kami mampu untuk meminimalisasi dampak adanya aturan diskriminatif ini.”

TERBARU

Kembangkan 5G, Xiaomi Setop Produksi Smartphone 4G

Jakarta, Selular.ID - Xiaomi dikabarkan tak lagi memproduksi perangkat 4G pada akhir 2020. Hal...

Huawei Klarifikasi Hubungannya dengan Inggris

Jakarta, Selular.ID – Huawei menyangkal kabar seputar ketidakharmonisan hubungannya dengan negara Inggris. Perusahaan memastikan...

Telkom Bukukan Laba Bersih Rp18,66 Triliun

Jakarta, Selular.ID - Sepanjang tahun 2019 Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135,57...

Latest