Beranda News Feature Cerita Samsung yang Melorot ke Posisi Tiga di India dan Indonesia

Cerita Samsung yang Melorot ke Posisi Tiga di India dan Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Agresifitas vendor-vendor China semakin membuat Samsung semakin keteteran. Di beberapa pasar kunci seperti India dan Indonesia, chaebol Korea itu bahkan melorot ke posisi ketiga.

Menurut laporan IDC, barisan vendor China terus mengkonsolidasikan cengkeraman mereka di pasar smartphone India pada kuartal keempat 2019.

Tercatat, empat dari lima vendor teratas membukukan kenaikan pangsa pasar yang signifikan, karena ASP (Average Selling Price) mencapai tertinggi sepanjang masa.

Data IDC menunjukkan, pengiriman smartphone meningkat 5,5 persen tahun-ke-tahun menjadi 36,9 juta unit. ASP naik menjadi $ 172, karena pengiriman dalam kisaran $ 200 hingga $ 300 tumbuh sebesar 71,9 persen.

Xiaomi masih tetap bertaji. Pasca mengkudeta Samsung dari posisi puncak pada akhir 2017, vendor yang identik dengan harga murah itu, memimpin dengan pangsa pasar 29 persen, naik dari 26,4 persen pada Q4 2018.

Dalam periode itu, pengiriman Xiaomi mencapai 10,7 juta unit, 15,9 persen lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

Kejutan dilakukan Vivo. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, mengambil posisi kedua dari Samsung dengan pangsa 18,8 persen (naik dari 10,1 persen). Sepanjang periode itu, pengiriman Vivo melonjak 96,5 persen menjadi 6,9 juta unit.

Di sisi lain, pengiriman Samsung justru turun 15,4 persen menjadi 5,7 juta. Sehingga Samsung hanya menggamit 15,5 persen.

Dua vendor China lainnya, yakni Oppo dan Realme juga sukses memperbesar pangsa pasar. Perolehan keduanya naik, masing-masing sekitar 5 poin persen menjadi 13 persen dan 12,8 persen, setelah mencatat kenaikan tajam dalam pengiriman menjadi 4,8 juta dan 4,7 juta unit.

Dengan semakin digdayanya vendor-vendor China, total pasar mereka tumbuh menjadi 73,6 persen, melonjak drastis dibandingkan Q4 2018 sebesar 51,7 persen.

IDC menyebutkan, untuk setahun penuh, pengiriman smartphone di negeri Sharukh Khan itu, naik 8 persen menjadi 152,5 juta unit. Meski demikian, pasar ponsel secara keseluruhan, turun 12,2 persen menjadi 282,9 juta unit, karena penurunan ponsel fitur 4G.

Setelah tumbuh signfikan dalam beberapa tahun terakhir, pasar smartphone di India mulai tumbuh moderat.

Navkendar Singh, Direktur Penelitian IDC India, memprediksi pasar smartphone hanya akan tumbuh satu digit pada 2020, karena ekspansi organik menjadi tantangan dengan meningkatnya siklus penggantian.

Sebelumnya sesuai laporan IDC, pasar smartphone di India terus melonjak dengan pertumbuhan dua digit. Sepanjang 2018, tak kurang 142,3 juta unit smartphone terserap di negara berpopulasi 1,3 milyar itu. Terkerek hingga 14,5 persen dibanding 2017, sebesar 124,3 juta unit.

Di sisi lain, melorotnya Samsung ke posisi ketiga, menunjukkan bahwa competiveness vendor asal Korea Selatan itu semakin menurun.

Sebelumnya Samsung adalah penguasa pasar ponsel di India sejak 2012. Kali pertama Samsung terjungkal dari posisi puncak terjadi pada Q4-2017.

Laporan lembaga riset Canalys, menunjukkan periode itu Xiaomi memimpin pasar dengan pengiriman mendekati 8,2 juta unit dengan pangsa pasar 27 persen.

Sementara Samsung mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 17%, namun gagal mempertahankan keunggulan. Tercatat, Samsung hanya mengirimkan lebih dari 7,3 juta smartphone, yang menempati posisi kedua (25 persen).

Menariknya, pada kuartal 4-2017, Vivo masih bercokol pada posisi enam, dengan pangsa pasar tak lebih dari 6 persen. Sangat jauh dari market share yang dimiliki Samsung dalam periode tersebut.

Penurunan kinerja Samsung sebelumnya juga terjadi Indonesia. IDC mengeluarkan laporan angka pengiriman smartphone di Indonesia untuk kuartal-III 2019.

Data di dalamnya menyebutkan bahwa Samsung yang sebelumnya penguasa ponsel Indoensia sejak 2012, sudah tergeser ke posisi tiga, oleh Oppo dan Vivo. Keduanya masing-masing menduduki urutan pertama dan kedua dalam jumlah shipment.

Padahal, pada kuartal sebelumnya, Samsung masih bertengger di puncak pengiriman smartphone Indonesia, menurut lembaga riset yang sama.

Data IDC yang mendudukkan Samsung di urutan ketiga, dengan pangsa pasar 19,4%, untuk pengapalan pada kuartal III-2019 di Indonesia.

Berdasarkan laporan IDC untuk periode tersebut, pengapalan terbanyak dikuasai oleh Oppo dengan pangsa pasar 26,2%, disusul oleh Vivo dengan 22,8%.

Saat ini data full year untuk 2019 belum dipublikasikan baik oleh IDC, maupun lembaga riset lain, seperti Canalys dan Counterpoint.

Apakah Samsung akan kembali mengambil posisi puncak atau tetap berada di posisi ketiga seperti kuartal III-2019? Kita tunggu laporan resminya.

Buyer's Guide

7 Smartphone Oppo dengan Fast Charging Hingga 65 Watt

Jakarta, Selular.ID - Fast charging menjadi salah satu fitur yang dicari konsumen saat hendak...

Smartphone Oppo dengan Triple Camera, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID - Oppo termasuk vendor smartphone yang cukup aktif meramaikan pasar Indonesia, misalnya...

Rekomendasi Smartphone Rp3 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan pengguna ponsel tidak hanya pada fitur kamera saja, kapasitas memori,...

5 Smartphone Oppo Dengan Layar Punch Hole  

Jakarta, Selular.ID – Tampilan layar smartphone menjadi semakin lega sekaligus menawan berkat mengusung konsep...

Oppo A15 Usung 3 Kamera, Harga Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Oppo secara resmi meluncurkan perangkat A15 di Indonesia. Oppo A15 tampil...

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

Artikel Terbaru

Kategori Terkait