Saturday, March 28, 2020
Home News Smartfren Masih Terus Diskusi Soal Teknis Aturan IMEI

Smartfren Masih Terus Diskusi Soal Teknis Aturan IMEI

-

Jakarta, Selular.ID -Aturan IMEI (International Mobile Equipment Identity) akan diberlakukan pada 18 April 2020. Aturan yang akan diberlakukan ini, diharapkan menjadi solusi untuk memerangi peredaran ponsel ilegal atau black market.

Smartfren pun akan mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah, hal tersebut diungkapkan Roberto Saputra, Chief Brand Officer Smartfren, menurut dia sejauh ini Smartfren mengaku masih banyak urusan teknis yang harus didiskusikan lebih lanjut mengenai sistem pemblokiran ponsel black market melalui validasi IMEI.

Menurut Roberto, tak hanya perihal blacklist ataupuan whitelist saja yang dipikirkan, tetapi juga memastikan konsumen tidak dirugikan dan masyarakat sepenuhnya bisa teredukasi mengenai aturan ini.

“Jadi bagaimana teknisnya, kapan implementasinya, itu yang harus didiskusikan lebih jauh,” ujar Roberto, dalam acara Smartfren di Jakarta (18/02/20).

Hal tersebut untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, seperti komplain dari konsumen yang tiba- tiba tidak dapat digunakan.

“Tapi ini kan engga sekedar teknis ya, tiba-tiba ada konsumen komplain kok saya ga bisa pakai, yang pertama kali disalahin sapa? Secara teknis kita bisa tahu bagaimana implementasi, tapi kita enggak mau sampai konsumen dirugikan,” kata Roberto lagi.

Roberto juga menegaskan, pihaknya akan mengikuti keputusan yang diambil pemerintah. Baik metode blacklist ataupu whitelist, keduanya memilikikelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Sama aja lah, blacklist kemungkinan lebih gampang, masing-masing ada plus minus nya tergantung kesepakatan bersama,” tandasnya.

Baca Juga :Aturan IMEI Akan Berlaku 18 April 2020

Seperti diketahui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama operator seluler melakukan uji coba mekanisme pemblokiran ponsel ilegal dengan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) pada Senin dan Selasa (17-18/2/2020).

Uji coba dilakukan dua operator, untuk
whitelist dilakukan terhadap operator Telkomsel. Sementara uji coba mekanisme black list diwakili oleh operator XL Axiata.

Latest