Tuesday, February 18, 2020
Home News FinTech Opera Punya 4 Pinjaman Online dengan Bunga 876%

Opera Punya 4 Pinjaman Online dengan Bunga 876%

-

Jakarta, Selular.ID – Bukan rahasia lagi kepopuleran Opera kian surut tatkala Chrome mendominasi. Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Hindenburg Research, kerugian perusahaan dalam pendapatan browser, rupanya mendorong Opera untuk membuat beberapa aplikasi pinjaman, dengan tingkat bunga ~365-876%, yang merupakan pelanggaran terhadap aturan Play Store yang diberlakukan Google tahun lalu.

Anda mungkin ingat bahwa Opera menjadi perusahaan publik pada pertengahan 2017, tak lama setelah dibeli oleh grup investor yang berbasis di Cina. Sejak itu, pangsa pasar Opera terus menurun, karena dominasi Chrome yang meningkat.

Akibatnya, Opera memutuskan untuk banting setir ke peminjaman online jangka pendek di Afrika dan Asia melalui empat aplikasi: OKash dan OPesa di Kenya, CashBean di India, dan OPay di Nigeria.

Aplikasi tampaknya tetap tersedia di Play Store (kecuali OPesa, yang tampaknya hilang) dengan mengiklankan suku bunga pinjaman yang berbeda dalam deskripsi aplikasi daripada yang diterima pengguna.

Sebagai contoh, di page resmi OKash menyatakan kisaran pinjamannya dari 91-365 hari (halaman sekarang mengatakan 61-365 hari), tetapi tanggapan email dari perusahaan menyatakan hanya menawarkan pinjaman dari 15-29 hari, secara signifikan lebih rendah dari minimum 60 hari yang diberlakukan Google.

Semua aplikasi Opera lainnya juga ditemukan melanggar berbagai tingkatan.

Jika Anda pikir itu buruk, masih ada lagi. Menurut ulasan di Play Store, aplikasi OKash dan OPesa mengirim pesan teks atau panggilan ke orang-orang di kontak pengguna ketika pembayaran terlambat, mengancam akan mengambil tindakan hukum atau menempatkan peminjam pada daftar hitam kredit.

Seorang mantan karyawan mengatakan kepada Hindenburg Research bahwa praktik ini berakhir tahun lalu “karena itu dikatakan ilegal.”

Sayangnya untuk Opera, menipu orang berpenghasilan rendah tidak membantu situasi keuangan perusahaan. Dengan semua aplikasi yang melanggar kebijakan Play Store (dan satu sudah dihapus dari toko), penghasilan utama Opera bisa menghilang, dan Hindenburg Research menemukan bukti uang investor yang mungkin dialihkan ke perusahaan dan orang lain (ke CEO Opera).

  1. $9,5 juta uang tunai digunakan untuk entitas yang tampaknya dimiliki 100% oleh Ketua/CEO Opera.
  2. $30 juta uang tunai masuk ke bisnis aplikasi karaoke yang dimiliki oleh Ketua/CEO Opera, beberapa hari sebelum penangkapan mitra bisnis utama.
  3. $31+ juta uang tunai diberikan untuk “biaya pemasaran dan pembayaran di muka” kepada perusahaan perangkat lunak antivirus yang dikendalikan oleh direktur Opera dan dipengaruhi oleh Ketua/CEO Opera.

Anda bisa membaca laporan lengkapnya di tautan ini. Sementara itu, mungkin ide yang baik untuk menghapus instalasi aplikasi yang dimiliki Opera saat ini juga, karena mereka mungkin mulai mengirim teks ke teman-teman Anda tentang kebiasaan browsing Anda.

Latest