Wednesday, November 20, 2019
Home News Market Update Pedagang Bisa Cepat-Cepat Habiskan Stok di Masa Transisi

Pedagang Bisa Cepat-Cepat Habiskan Stok di Masa Transisi

-

Jakarta, Selular.ID – Aturan IMEI International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang telah ditandatangani tiga kementeriaan, dan sejak aturan diberlakukan dibutuhkan waktu enam bulan untuk masa transisi.

Dalam masa transisi itu dikatakan Enggartiasto Lukita, Menteri Perdagangan, para pedagang ponsel dapat menghabiskan stok dagangannya, artinya ponsel Black Market (BM), sebelum ponsel- ponsel tersebut tidak dapat digunakan setelah masa enam bulan transisi selesai.

“Kami harap semua lakukan perdagangan dengan baik, mengikuti aturan yang telah disiapkan yang disusun, dan tidak ada satupun peraturan yang dibuat merugikan pengusaha, kami kebetulan punya latar belakang yang sama, tidak mungkin kalau mengurangi untung,”ujar Enggar, di Jakarta (18/10/19).

Dengan adanya aturan IMEI ini potensi kerugian mencapai Rp 2,8 triliun per tahunnya, akibat hilangnya nilai pajak dari penjualan smartphone karena barang BM,  dapat ditekan.

Dan bagi pengguna ponsel yang menggunakan ponsel BM, enggar menyebutkan, mereka harus mendaftarkan. Sementara bagi ponsel yang masuk ke Indonesia, dari luar negeri dikatakan Enggar tetap ada aturannya.

Baca Juga :Aturan IMEI Ditandatangani, Pemerintah Butuh 6 Bulan Masa Transisi

Selain PPN, online shop, jasa titip (Jastip) ponsel juga akan dikenakan biaya Pajak Penghasilan sebesar 7,5 persen. Adapun batasan membawa ponsel dari luar negeri adalah dua, tidak boleh lebih.

“Banyak sekali ditemukan jastip sampai bawa puluhan dengan alasan kebutuhan pribadi. Kalau sudah ada tanda terima pembayaran petugas Bea Cukai, itu jadi dasar registrasinya,” ujarnya.

Latest