Sunday, August 18, 2019
Home Apps Tinder Tidak Lagi Andalkan Google Play Store untuk Jualan Aplikasi

Tinder Tidak Lagi Andalkan Google Play Store untuk Jualan Aplikasi

-

Jakarta, Selular.ID – Tinder berusaha untuk tidak lagi mengandalkan Google dalam menjual aplikasinya. Pasalnya, dalam menjual aplikasi di Google Play Store, Google memiliki tiga jenis aplikasi yang ditawarkan.

Yakni, berbayar dan gratis dengan pembayaran mikro di dalam aplikasi. Untuk jenis ketiga, Google akan mematok biaya 30 persen dari transaksi yang terjadi dalam aplikasi. Hal inilah yang ingin dihindari oleh Match Group pada aplikasi Tinder.

Untuk tidak menggantungkan aplikasinya di Google Play Store. Seperti dilaporkan The Verge, Tinder akan mendorong penggunanya untuk memasukkan detail kartu kreditnya langsung ke sistem Tinder.

Sebenarnya ini bukan langkah pertama yang dilakukan Tinder. Epic Games (pengembang Fortnite), Netlifx dan Spotify telah melakukan hal serupa.

Artinya, game Fortnite tidak dipasarkan melalui Google Play Store. Kini, para pengguna hanya dapat melakukan transaksi melalui situs resmi mereka.

Tinder merupakan salah satu aplikasi andalan Match Group yang memberi banyak keuntungan. Layanan berbayar seperti Tinder Gold dan Tinder Plus diminati oleh pengguna, sehingga mereka ingin mendapat keuntungan bersih tanpa dipotong pajak.

Belum diketahui apakah Google akan mengambil tindakan terkait langkah yang diambil Match Group ini. Untuk diketahui, Apple pernah melarang update aplikasi Spotify di iOS karena hal serupa. Google tidak mengambil tindakan untuk Epic Games. Namun lain cerita dengan Tinder. Aplikasi ini sebelumnya sudah terdaftar di katalog Google Play Store dan secara teknis masih terikat dengan kebijakan yang diberlakukan Google.

Perlu diketahui aplikasi Tinder telah mendapatkan keuntungan sebesar US$ 497 juta (setara Rp 6,9 triliun) dari total pendapatan di Android dan iOS pada paruh pertama tahun 2019.

Latest