Sunday, August 18, 2019
Home News Mengungkap Strategi Pelaku Fintech Payment

Mengungkap Strategi Pelaku Fintech Payment

-

Jakarta, Selular.ID – Hasil riset Morgan Stanley memprediksi jumlah transaksi melalui pembayaran digital akan mencapai USD50 miliar pada 2027. Sementara itu, mengacu data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi pembayaran digital atau uang elektronik menyentuh Rp47,19 triliun sepanjang 2018. Angka itu meningkat empat kali lipat dibandingkan nilai transaksi tahun sebelumnya, yang sebesar Rp12,37 triliun.

Survei yang dilakukan Morgan Stanley mengungkapkan dari 1.582 responden, 20% di antaranya lebih memilih menggunakan layanan pembayaran digital dari perusahaan teknologi finansial (tekfin) dibanding milik bank, perusahaan telekomunikasi, atau e-commerce. Rata-rata transaksi melalui pembayaran digital mencapai Rp600.000 per bulan.

Dalam satu tahun terakhir pertumbuhan transaksi digital menggunakan layanan tekfin mencapai 55%, melampaui kenaikan penggunaan layanan milik e-commerce (47%), bank (41%), uang tunai (35%), dan provider seluler (33%).

Survei yang sama juga menunjukkan bahwa 38% responden masih memilih uang kas sebagai metode pembayaran sehari-hari dibanding menggunakan dompet digital milik perusahaan tekfin (20%), kartu debit (12%), RTGS (10%), dan pembayaran digital dari bank, provider seluler, serta e-commerce.

Dalam salah satu sesi conference dalam Selular Congress 2019 yang mengambil tema Digital Payment: Challenge and Opportunity, akan membahas bagaimana para pelaku digital payment melancarkan strateginya untuk memperoleh pertumbuhan bisnisnya dan menguasai pasar Indonesia.

Sesi ini akan menghadirkan para pembicara yangmemang berkompeten di bidangnya, yakni

  • Dhenu Wiarsandi, Product Development Group Head PT Finarya (LinkAja)
  • Chrisma Albandjar, Chief Communications Officer DANA
  • Victor Putra Lesmana, Director of Fintech and Virtual Products Bukalapak

Sedangkan yang akan memimpin diskusi tersebut sebagai moderator adalah, Aji Satria Sulaiman, DIrektur Asosiasi Fintech Indonesia.

Latest