Sunday, August 25, 2019
Home Apps Mengejutkan, Tinder Jadi Aplikasi Terlaris Sepanjang Semester 1-2019

Mengejutkan, Tinder Jadi Aplikasi Terlaris Sepanjang Semester 1-2019

-

Jakarta, Selular.ID – Meluasnya coverge 4G di seluruh dunia, disertai perubahan gaya hidup, mendorong penggunaan konten dan aplikasi lebih massif. Dengan sendirinya, pendapatan dua toko aplikasi terbesar, Apple dan Google melonjak signifikan.

Berdasarkan laporan terbaru dari perusahaan intelijen aplikasi selular Sensor Tower, pendapatan gabungan App Store dan Google Play mencapai US$ 39,7 miliar selama paruh pertama tahun ini.

Angka itu, naik sebesar 15,4% dari US$ 34,4 miliar yang dihabiskan konsumen di kedua toko pada semester pertama tahun lalu.

Meski Google Play menjadi toko aplikasi pavorit pengguna, sesuai dengan dominannya populasi smartphone berbasis Android,  namun sejauh ini, konsumen menghabiskan sekitar US$ 25,5 miliar secara global di App Store Apple pada periode anyar itu.

Sedangkan estimasi pendapatan kotor Google Play adalah US$ 14,2 miliar, yang berarti separuh dari pendapatan Apple. Hal yang wajar, mengingat aplikasi di Google Play lebih banyak yang bersifat gratis.

Dari berbagai aplikasi unggulan, Tinder mencatat prestasi signifikan. Aplikasi kencan online itu, menjadi aplikasi non-game terlaris tertinggi di 1H19. Ini merupakan kejutan karena tren kencan online semakin booming di seluruh dunia. Apalagi dari sisi pendapatan, Tinder menghasilkan sekitar US$ 497 juta pengeluaran di kedua toko tersebut.

“Itu berarti sekitar 32% lebih banyak daripada yang dihabiskan pengguna dalam aplikasi selama paruh pertama 2018”, ungkap Randy Nelson, Head of Mobile Insights Sensor Tower, dalam sebuah postingan blog pada Jumat (12/7/2019).

Setelah Tinder, aplikasi lain yang juga popular adalah Netflix, Tencent Video, iQIYI dan YouTube. Kelimanya masuk dalam daftar top five aplikasi non-game.

Netflix tercatat menjadi aplikasi non-game berpenghasilan tertinggi kedua untuk Q1 dan Q2 dengan perkiraan pengeluaran konsumen hampir US$ 399 juta secara global.

Sebelum dikudeta Tinder, Netflix merupakan aplikasi non game nomor satu untuk pendapatan sepanjang semester 1-2018.

“Namun posisi tersebut tak dapat dipertahankan, sejak keputusan Netflix untuk menghapus langganan dari versi aplikasi iOS”, tambah Nelson.

Menurut penelitian Sensor Tower, dengan WhatsApp, Messenger, dan Facebook di puncak tangga, tiga aplikasi teratas dengan unduhan global tetap tidak berubah sejak paruh pertama tahun lalu.

TikTok kembali mengalahkan Instagram untuk mengklaim posisi keempat dalam daftar sebagian besar aplikasi yang diunduh secara global.

Aplikasi olah pesan video pendek yang dimiliki oleh perusahaan baru ByteDance yang berbasis di Beijing itu, tercatat tumbuh sekitar 28% tahun-ke-tahun menjadi hampir 344 juta pengguna di seluruh dunia.

Berbagai penolakan, termasuk pelarangan selama dua minggu oleh otoritas India, tak membuat TikTok kehilangan pamor.

Seperti diketahui, pertengah bulan April 2019, pemerintah India memblokir aplikasi TikTok. Pembokiran dilakukan setelah beberapa laporan menyebut adanya muatan pornografi dan predator anak di konten aplikasi berbagi video itu.

TikTok pun mengajukan tuntutan agar pengadilan membatalkan pemblokiran aplikasinya. Tuntutan itu pun akhirnya membuahkan hasil.

Pemblokiran TikTok resmi dicabut di India, Kamis (25/4/2019). Namun, pencabutan ini bukan berarti tanpa syarat. Pengadilan tinggi Kota Madras mensyaratkan agar konten yang memuat seksualitas secara eksplisit tidak boleh diunggah ke platform tersebut.

Jika ada keluhan terkait konten apa pun, TikTok harus bersedia memperbaikinya dalam waktu 36 jam. Apabila gagal, maka aduan tersebut akan diproses secara hukum.

Sebelum diblokir, pengadilan setempat memang meminta pemerintah untuk melarang warganya mengunduh TikTok.

TikTok menjadi kontroversi, tidak hanya karena memuat konten pornografi, tapi juga karena pengakuan seorang wanita 24 tahun yang mencoba bunuh diri setelah dirundung di aplikasi TikTok.

Latest