Friday, June 21, 2019
Home News Market Update Strategi Pangkas Harga, Penjualan iPhone di China Mulai Membaik?

Strategi Pangkas Harga, Penjualan iPhone di China Mulai Membaik?

-

Jakarta,Selular.ID-Supaya bisnisnya tidak kian memburuk di pasar smartphone, Apple baru-baru ini dikabarkan memangkas harga model iPhone 2018 mencapai 6% di China. Begitu pula dengan iPhone XS dan XS Max. Dengan penurunan yang dilakukan Harga iPhone pun lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya.

Misalnya, dalam Apple Store di China, iPhone XR 64GB kini dijajakan 6.199 Yuan (setara dengan Rp13,1 juta dengan nilai tukar saat ini), atau menurun 4,6% dari 6.499 Yuan.

Pemotongan harga berkisar sekitar 500 Yuan (Rp1 juta) juga terjadi pada iPhone XS sampai iPhone XS Max.

Dilaporkan Macworld, Daniel Ives, seorang analis Wedbush Securities,  mengatakan langkah yang diambil Apple dengan memangkas harga iPhone tahun ini sebagai strategi yang cerdas, walaupun memang akan berdampak negatif pada pendapatan mereka.

Cara yang dilakukan iPhone, mendapatkan respons positif dari konsumen. Menurut dia, pemangkasan harga iPhone berdampak pada penjualan iPhone, indikatornya permintaan terhadap iPhone XR di China perlahan berbalik.

Menurut kabar, selain memangkas harga iPhone, Apple masih mempunyai jurus lainnya untuk kembali menarik minat pengguna China melirik iPhone kembali. Untuk menghindari yang disebut situasi code red, Ives memperkirakan akan ada pemangkasan harga yang lebih signifikan dari Apple. Code red ini menggambarkan adanya “ancaman” atau situasi darurat.

Dengan menjual lebih banyak iPhone dengan harga lebih rendah, strategi tersebut bisa membantu perusahan mendapatkan lebih banyak pendapatan dari bisnis layanannya. Layanan atau services Apple merupakan penyumbang terbesar kedua bagi pendapatan perusahaan Cupertino itu, dan bahkan merupakan yang paling menguntungkan.

Apple mengumpulkan pendapatan hampir USD11 miliar dari layanan pada Oktober-Desember 2018. Bisnis layanan yang dimaksud termasuk AppleCare, Apple Pay, App Store, iTunes, Apple Music, Apple News+, dan Apple TV+.

Perusahaan memiliki target menggandakan pendapatan layanannya dari USD25 miliar pada 2016 menjadi USD50 miliar pada tahun depan.


Latest