Wednesday, June 19, 2019
Home News Enterprise Ini 5 Strategi Advan Melawan Brand Global di 2019

Ini 5 Strategi Advan Melawan Brand Global di 2019

-

Jakarta, Selular.ID – Advan merupakan satu-satunya brand lokal yang mampu bersaing dengan brand global di pasar smartphone Indonesia. Dalam laporan terakhir lembaga riset Canalys untuk kuartal keempat 2018, Advan menempati posisi kelima di deretan vendor teratas di tanah air.

Ellen Angerani, GM Sales Advan mengatakan, “Kami pernah menduduki posisi ketiga di kuartal pertama 2018 data dari IDC, tapi sekarang peringkat kelima.”

Kendati demikian, Ellen optimis di tahun 2019 ini perusahaan akan mampu mengambil kembali pangsa pasarnya yang sempat hilang.

Pada acara peluncuran Advan S6 Plus di Jakarta beberapa waktu lalu, Ellen memaparkan lima strategi Advan dalam bersaing dengan brand global untuk tahun 2019.

“Lima strategi Advan adalah Produk, Partnership, Komunikasi yang tepat, Sinergi online dan offline, serta Brand Ambassador,” papar Ellen.

Produk

Pada ‘Produk’ kami tidak bisa asal. Kompetisi semakin keras. Dengan produk yang baik, akan mendapat respon yang baik juga.

“Kami sudah investasi di R&D Center yang kami bangun sejak 2016 di Shenzen China dan di akhir 2017 kami mulai memindahkan sedikit ke Indonesia. Belum semua, tapi ke arah situ. Jadi produk kami value for money,” kata Ellen.

Mengenai Advan yang selalu mengeluarkan produk dengan harga berkisar Rp1 juta, Ellen menuturkan bahwa timnya sudah melakukan riset sebelumnya.

“Dalam riset internal kami, konsumen lebih memilih smartphone dengan harga kurang dari Rp2 juta, yang penting 4G. Pemerintah saat ini sedang menggalakkan migrasi 4G. Dan hampir 95 persen dari produk Advan sudah 4G. Hanya ada 2 produk saja yang belum 4G dan itu pun untuk menggarap market yang di pelosok desa,” papar Ellen.

Kami akan mengunggulkan kualitas dulu, baru harga. Kami tidak mengambil keuntungan banyak dari masyarakat Indonesia. Walaupun ada tawaran untuk ekspansi ke luar negeri, kami fokus ke indonesia. Itulah yang membuat kami paham betul konsumen Indonesia, karena kita tidak kehila ngan konsentrasi menggarap pasar nusantara,” paparnya.

Partnership

Lalu strategi kedua adalah ‘Partnership’. Pemilik handphone pasti butuh kartu selular. Maka dari itu kami menggandeng operator. Untuk model terbaru Advan S6 Plus, vendor bekerja sama dengan Telkomsel yang jaringannya sudah rata sampai ke pelosok.

“Pada bundling Advan S6 Plus, Telkomsel memberikan benefit yang sangat baik. Lalu kami juga berkolaborasi dengan Tokopedia untuk penjualan perdana S6 Plus. Ada harga khusus, support cashback, dan free ongkir,” tutur Ellen

Komunikasi yang Tepat

Ketiga adalah ‘Komunikasi yang tepat’. Ketenaran sebuah brand tidak menjamin produknya laku. Produk yang speknya tinggi juga belum tentu laku di pasaran. Begitu juga harga yang murah bukan berarti pasti laku. Komunikasi yang tepat adalah kuncinya.

Pada saat mempromosikan Advan S6 Plus, kami mengatakan ‘Layar lebih luas’ dan fitur ‘Deteksi Wajah’ serta ‘Android Go’.

Sinergi Strategi Komunikasi Offline dan Online

Advan selalu memaksimalkan semua kanal komunikasi untuk mendapatkan eksposure maksimal. Strategi Branding, tadinya kami ingin fokus online, tapi ternyata kompetitor juga tetap spending advertising lebih besar di televisi. Maka dari itu kami juga begitu.

Brand Ambassador

Brand Ambassador Advan tahun ini adalah Verrell Bramasta dan Natasha Wilona, selebriti Indonesia. Mungkin tahun depan kami akan kerjasama dengan selebriti internasional.

Dengan lima strategi tersebut, perusahaan meluncurkan model terbaru Advan S6 Plus, smartphone Rp888.000 yang sudah dibekali layar lebih luas 18:9 dan fitur Face Unlock.

Latest