Jakarta, Selular.ID – Angka Non Performing Loan (NPL) alias tagihan bermasalah di platform peer to peer lending milik akulaku saat ini berada di kisaran 5 persen. Perusahaan pun ingin menekan angka tersebut agar terus di bawah angka 5 persen.

Hal tersebut disampaikan Anggie Setia Ariningsih, Direktur Corporate Affairs and Public Relations Akulaku Indonesia. Untuk menekan angka NPL tersebut dikatakan Anggi pihaknya terus melakukan literasi keuangan kepada masyarakat maupun pengguna Akulaku pada khususnya.

BACA JUGA:
Gelar Karnaval, Akulaku Ingin Masyarakat Cerdas Manfaatkan Pinjaman

“Kami ingin merubah perilaku masyarakat bahwa saat melakukan pinjaman dirinya harus sudah tau bagaimana mengembalikannya,” ungkap Anggi.

Selain meningkatkan literasi keuangan, Akulaku juga terus memperbaiki profiling para penggunanya. Untuk mem-profile credit risk para penggunanya dikatakan Anggi pihaknya bekerjasama dengan lembaga credit scoring.

Hingga saat ini disampaikan Anggi, Akulaku sudah menyalurkan pinjaman sebesar 9,8 Triliun. Sedangkan jumlah downloader aplikasi Akulaku mencapai angka 15 juta dan akan dilipatgandakan dalam kurun waktu dua tahun ini.