Jakarta, Selular.ID –Layanan surat elektronik Gmail dan Google Drive kemarin mengalami down.

Keluhan ini pun banyak disampaikan di media sosial, termasuk twitter. Sampai pukul 13:50 WIB, sudah lebih dari 36 ribu tweet yang membahas tentang “Gmail” di twitter.

Setelah mengalami down sepanjang pagi, akhirnya, layanan Gmail kembali normal.

Berdasarkan link yang diberikan pada cuitan Gmail tersebut, seperti dilaporkan The Star, pengguna akan dibawa langsung ke G Suite Status Dashboard, yang mana di sana terdapat informasi mengenai perkembangan terbaru permasalahan pada layanan Google, termasuk Gmail.

BACA JUGA:
Google Tambah Tiga Fitur untuk Gmail

Google melakukan investigasi terkait permasalahan yang dialami pengguna layanannya.

Google pun menjelaskan kalau penggunaan email Google atau Gmail untuk platform google untuk saat ini sedang tidak stabil, karena ada maintenance Google Cloud Platform (GCP) di US namun yang terkena impact world-wide (seluruh dunia). Adapun estimasi perbaikan ini berlangsung selama 15-30 Menit.

BACA JUGA:
Serangan Cyber Bukan Penyebab Layanan Facebook CS Down

Dalam pengamatan Google Drive hanya bisa menampilkan thumbnail dokumen pada Drive, namun tak bisa mengunduh file tersebut. Untuk Gmail, fungsi pengiriman email mengalami masalah.

Dua jam berselang, muncul pemberitahuan bahwa masalah pada Gmail sudah terselesaikan.

Google meminta maaf akibat ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berterima kasih atas kesabaran pada pengguna layanan mereka. Google berjanji untuk terus memperbaiki sistemnya mejadi lebih baik.

BACA JUGA:
Perubahan Konfigurasi Server, Penyebab Utama Facebook Down

Sebelumnya, gangguan Gmail dan Google Drive ramai dilaporkan warga dunia di website outage.report. Puncaknya pada pukul 10.00 WIB dan total laporan lebih dari 4000 laporan dari 78 negara. Masalah mengirim email menjadi kasus yang paling banyak dilaporkan yakni sebesar 43%.

Disebutkan bahwa gmail dan Google Drive down bukan hanya di Indonesia, kasus ini rupanya juga terjadi di beberapa negara lain antara lain Australia dan Selandia Baru.