Wednesday, August 21, 2019
Home News Sejarah Panjang Elevating Front Camera Vivo

Sejarah Panjang Elevating Front Camera Vivo

-

Jakarta, Selular.ID – Pertengahan 2018 lalu, Vivo menghadirkan teknologi terbaru yakni Elevating Front Camera (EFC). Berdasarkan keterangan tertulisnya, teknologi Elevating Front Camera sendiri merupakan desain kamera tersembunyi atau pop-up camera. Melalui teknologi ini, Vivo membenamkan kamera periskopik yang akan muncul ketika ingin selfie menggunakan kamera depan.

Ketika ingin selfie, pengguna cukup mengakses menu kamera selfie. Maka secara otomatis kamera selfie akan muncul. Setelah Anda keluar dari menu selfie, maka secara otomatis kamera akan masuk ke dalam tubuh ponsel.

Vivo merupakan pionir dari desain pop-up camera. Teknologi EFC ini pertama kali disematkan pada smartphone Vivo bernama APEX dalam bentuk prototype.

Prototype APEX sendiri sudah diperkenalkan Vivo pada gelaran MWC 2018 di Barcelona, Spanyol, tanggal 26 Februari sampai 1 Maret 2018 lalu. Selain EFC, Vivo APEX mengusung FullView Display, tanpa bezel dan notch.

Ide pengembangan teknologi EFC ini dimulai Vivo dari 3 tahun yang lalu. Kala itu, Vivo ingin menciptakan sesuatu yang berbeda bagi konsumen.

Butuh waktu penelitian dan pengembangan bertahun-tahun sebelum vivo akhirnya mempresentasikan APEX secara global. Dukungan tim riset global vivo pun telah menguji berbagai desain berbeda dan mengeksplorasi segala hal sebelum konsep akhir APEX diluncurkan.

Ketika APEX diperkenalkan, masyarakat global menyambut ide baru sebagai salah satu evolusi desain untuk konsep smartphone futuristik. Namun, inovasi ini kerap kali menjadi perdebatan para penggiat teknologi. Mengingat di industri global, belum ada brand yang benar-benar merealisasikan konsep ini untuk produk komersial.

Selanjutnya inovasi teknologi EFC disempurnakan Vivo pada seri NEX. Teknologi EFC ini selanjutnya diadopsi smartphone seri NEX yang diluncurkan Juni 2018 lalu. Vivo melanjutkan pengembangan seri NEX dengan meluncurkan tiga seri berikutnya yakni NEX S, NEX A dan terakhir NEX Dual Display yang baru saja diluncurkan pada Desember lalu dengan konsep kamera yang diperbarui.

Banyak yang menyangka bahwa NEX merupakan APEX. Namun, Vivo kembali akan menggunakan APEX dalam smartphone barunya di tahun 2019 ini.

Elevating Front Camera awalnya dianggap terlalu kompleks dan kurang tangguh untuk dapat memenuhi standar dan diproduksi secara masal. Beberapa aspek misalnya komponen hardware yang digunakan harus dapat terintegrasi dengan software dan hardware kamera dalam smartphone. Selain itu, vivo harus memastikan daya tahan dan kenyamanan pengguna dalam penggunaan fitur EFC secara reguler.

Memposisikan kamera depan dalam smartphone dengan tetap mempertahankan desain yang ramping dan andal setara dengan mendesain ulang ponsel baru. Untuk menciptakan ruang bagi modul dan antena Elevating Front Camera, vivo mendesain ulang potongan Printed Circuit Board (PCB), membentuknya menjadi strip tipis untuk menutupi tepi struktur internal. Vivo juga menambahkan tambalan untuk memastikan PCB memiliki kekuatan yang cukup.

Tantangan yang harus dilalui selanjutnya adalah pelapisan modul yang rumit sembari tetap memperhatikan estetika dari desain akhir smartphone. Vivo menguji kekuatan dan durabilitas EFC pada NEX secara ekstrem dengan eksperimen berat.

Sebanyak 8 unit NEX dengan kamera depan yang mencuat digunakan untuk menopang panel kaca tebal dengan seorang balerina menari di atasnya. Kamera depan mungil tersebut berhasil menahan berat rata-rata 11kg per kamera, ini menunjukkan daya tahan dan kekuatan desain Elevating Front Camera yang telah teruji optimal.

Kehadiran APEX dan NEX dengan desain Pop Up Camera telah mengubah industri smartphone dunia. Teknologi Elevating Front Camera diprediksi Vivo akan menjadi sorotan kedepannya.

Teknologi pup up camera serupa EFC juga menginspirasi produsen smartphone lain dalam merilis produknya. Salah satunya Oppo. Oppo menghadirkan teknologi pop up camera serupa Vivo APEX dan NEX yang bernama Stealth 3D Cameras.

Teknologi Stealth 3D Cameras ini disematkan pada smartphone flagship Oppo yakni Oppo Find X. Sistem kerjanya menggunakan metode sliding atau geser keatas.

Berbeda dengan teknologi EFC pada Vivo APEX dan NEX, Stealth 3D Cameras bekerja untuk kamera selfie maupun kamera utama. Baik kamera depan maupun belakang, hanya muncul ketika pengguna membuka menu kamera di Oppo Find X. Jika tidak digunakan, kamera utama mapun selfie akan tersembunyi.

Latest