Jakarta, Selular.ID – Meski sudah ditekan dengan beragam cara, peredaran ponsel BM di Indonesia masih marak terjadi. Para pelaku memanfaatkan luasnya wilayah Indonesia sebagai pintu masuk, meski harus kucing-kucingan dengan aparat bea cukai dan kepolisian.

Di sisi lain, kehadiran peritel-peritel online, makin menambah subur praktek ini. Sehingga aparat semakin kesulitan, karena sejauh ini belum ada regulasi yang khusus mengatur market place, termasuk aturan pajak.

BACA JUGA:
Samsung: Galaxy M Series Bukan untuk Melawan Xiaomi

Menurut Hasan Aula, Ketua Asosiasi Pengusaha Ponsel di Indonesia (APPSI), pasar ponsel BM masih tumbuh subur dan bisa mencapai 20-30 persen.

Peredaran ponsel BM, imbuh Hasan, juga mencakup semua brand. Namun, beberapa brand terbilang primadona, karena tengah hits dan menawarkan harga yang lebih terjangkau dibandingkan produk resmi.

Sejauh ini, dalam pengamatan Hasan, Xiaomi masih menjadi brand dengan peredaran ponsel BM terbanyak. Posisi kedua diikuti oleh iPhone.

BACA JUGA:
iPhone XI 2019 Memiliki Posisi Kamera Seperti Huawei Mate 20

“Perbedaan atau disparitas harga yang lumayan signifikan, apalagi untuk ponsel kelas atas seperti iPhone, membuat masyarakat mudah tergiur membeli ponsel di pasar BM”, ujar Hasan.

Hasan yang juga menjabat sebagai CEO Erajaya Swasembada, mengatakan diperlukan kebijakan yang lebih tegas untuk meredam peredaran ponsel BM. Berbagai pihak seperti vendor, distributor, pemerintah, dan operator dapat saling bekerjasama.

Ia pun berharap program registrasi IMEI dapat diberlakukan secepatnya. Karena dengan IMEI terdaftar, pengguna ponsel dari jalur BM, praktis tidak akan mendapatkan layanan dari operator.

BACA JUGA:
Instagram Perbarui Tampilan di iPhone XR dan XS Max

Hasan menegaskan, peredaran ponsel BM jangan lagi dianggap sepele. Karena hal itu berdampak pada iklim usaha yang tengah berupaya dibangun oleh pemerintah.

Banyak vendor yang menahan laju ekspansi di Indonesia karena dinilai tak menguntungkan. Ujung-ujungnya realisasi investasi akan terpangkas dari yang ditargetkan.