Jakarta, Selular.ID – 2018 bisa disebut sebagai tahun pembuktian brand-brand China. Langkah ekpansif dari empat pemain utama (Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi), membuat penguasaan pasar berubah begitu cepat.

Menurut kajian lembaga riset Canalys, saat ini Samsung masih menjadi market leader (20,4%), disusul oleh Huawei (14,9%), Apple (13,4%), Xiaomi (9,6%), dan Oppo (8,9%).

Dari statistik tersebut, dominasi pemain China terus menguat. Hal ini terlihat dari penguasaan pangsa pasar smartphone global di sepanjang kuartal ketiga 2018. Lebih dari setengahnya telah dikuasai oleh vendor-vendor China, yakni mencapai 52 persen.

Meski teknologi smartphone berkembang begitu cepat, namun Canalys mengungkapkan, pasar smartphone dunia sesungguhnya dalam tekanan.

Secara global, pengiriman hanya mencapai 348,9 juta, turun sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Itu berarti dalam empat periode berturut-turut, pengiriman smartphone terus menerus anjlok.

Secara umum, pasar memang terlihat melemah. Namun, bagi sebagian vendor, yang terjadi adalah kebalikannya. Salah satunya adalah Huawei. Vendor dengan logo bunga merah menyala itu justru semakin berotot.

Menurut catatan Canalys, pengapalan Huawei di kuartal tersebut, tumbuh 33 persen menjadi 52 juta unit. Pencapaian itu mengalahkan Apple yang hanya naik tipis 0,4 persen menjadi 47 juta unit.

Ini adalah keberhasilan kedua Huawei, setelah mampu mengungguli Apple sebagai vendor smartphone terbesar kedua di dunia pada kuartal kedua 2018.

BACA JUGA:
Ikuti Jejak Australia, Selandia Baru Larang Huawei Bangun Jaringan 5G

Berbeda dengan Huawei dan Apple, Samsung justru mengalami periode buruk. Canalys secara khusus menyoroti kinerja Samsung yang terus sempoyongan dihantam pesaing-pesaing dari China.

Sejauh ini, Samsung adalah satu-satunya vendor di lima besar yang mencatat penurunan signifikan, mencapai 14 persen.

Dengan anjloknya permintaan, pangsa pasar konglomerat asal Korea Selatan itu pun terus menciut. Kini market share Samsung hanya sebesar 20,4 persen, dibandingkan 22 persen di Q3 2017.

Rushabh Doshi, Manajer riset Canalys, mengungkapkan bahwa preferensi konsumen berubah begitu cepat. Samsung pun menjadi korban dari ‘konspirasi’ vendor-vendor China yang menyerang seperti air bah.

Meski Oppo dan Xiaomi terus meningkatkan penguasaan pasar, namun Ia secara khusus menyoroti kinerja Huawei yang mampu melebihi para pesaing.

Dalam pandangan Doshi, Huawei telah membuat kenaikan luar biasa. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, memiliki portofolio kompetitif yang mencakup semua segmen dengan rentang harga berbeda.

Dengan pencapaian yang signifikan dibandingkan pesaing-pesaingnya, hal ini diyakini menjadi pendororong keberhasilan selanjutnya dari Huawei, yakni menjadi vendor smartphone terbesar di dunia yang ditargetkan dapat diraih pada Q4 2019.

Pasar Indonesia

Jika di pasar China dan global, Huawei begitu bertaji, bagaimana dengan kinerja di Indonesia?

Sebagai brand smartphone, Huawei mengakui namanya di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Untuk itu perusahaan bertekad mengubah mindset tersebut.

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Huawei dan kami akan berinvestasi lebih banyak untuk mencapai pertumbuhan dan mengejar posisi puncak, dengan memperkuat di penjualan, menghadirkan pelayanan terbaik, meningkatkan komunikasi, dan membawa smartphone terbaik kami ke Indonesia,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia, saat mengungkap strategi baru Huawei untuk Indonesia, beberapa waktu lalu,
“Khususnya untuk smartphone premium, kami dulu seringkali terlambat memutuskan peluncuran smartphone terbaru, tapi sekarang situasi akan sangat berubah.” ujar pria yang akrab dipanggil Khing Seng kepada Khairunissa, reporter Selular.

BACA JUGA:
Huawei P Smart 2019 Meluncur Sebelum Akhir Tahun 2018

Huawei, kata Khing Seng, akan mengubah pandangan lawas masyarakat Indonesia mengenai produknya. Bahwa sebenarnya Huawei adalah produk smartphone yang berkualitas tinggi, melebihi apa yang bisa diberikan pesaing pada harga yang setara.

Huawei akan melanjutkan strategi sebagai pemimpin perusahaan teknologi global yang mengedepankan teknologi terbaik untuk merebut kepercayaan dan preferensi dari konsumen.

Huawei secara konsisten akan meluncurkan produk-produk kebanggaannya, dari kelas premium sampai entry level ke Indonesia, dan berjuang menjadi merek teknologi ikonik favorit bagi konsumen Indonesia.

Di pasar smartphone tanah air, Huawei sudah berada di jalur pertumbuhan yang tepat dan mendatangkan optimisme yang tinggi, tambah Khing Seng.

Hal ini dibuktikan dengan laris manisnya sejumlah varian, seperti Nova Series (2i dan 3). Begitu juga P Series (P10 dan P20 Pro).

Menutup akhir tahun, vendor kini tengah bersiap meluncurkan jagoan baru, yakni Mate 20 Pro. Smartphone ini layak ditunggu oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, Mate 20 Pro memiliki sejumlah keunggulan yang melebihi para pesaing.

BACA JUGA:
Huawei Kembangkan Teknologi  Cepat Tanggap Tanggulangi Bencana Alam

Diantaranya pengaturan triple-camera Leica di belakang. Terdiri dari kamera utama 40MP, kamera sudut lebar ultra 20MP, dan kamera tele 8MP 3x. Di bagian depan terdapat kamera 24MP tunggal f2.0.

Sebagai smartphone yang menawarkan performa, Huawei Mate 20 Pro didukung chipset Kirin 980, prosesor terbaru perusahaan. Berdasarkan proses fabrikasi 7nm, chipset baru ini memiliki CPU octa-core, dengan 2x core kinerja Cortex-A76 dan 4x core efisiensi Cortex-A55.

Mate 20 Pro dilengkapi dengan RAM 6GB dan penyimpanan 128GB yang dapat diperluas. Perangkat juga menyertakan sensor sidik jari yang terpasang di layar.

Untuk menunjang performa itu, Mate 20 Pro dipersenjatai baterai 4.200 mAh, dengan teknologi SuperCharge, yang mencakup pengisian cepat kabel 40W dan pengisian daya nirkabel 15W opsional.

Sebagai smartphone di kelas flagship, Mate 20 Pro juga dapat digunakan sebagai charger nirkabel untuk mengisi daya perangkat lain yang kompatibel dengan teknologi Qi secara nirkabel.

Dengan deretan produk berkualitas dan animo masyarakat yang semakin meningkat, Huawei berjanji untuk terus meningkatkan penjualan melalui penguatan jalur distribusi online dan offline. Semua bertujuan agar masyarakat dapat segera menikmati produk-produk terbaru berkualitas terbaik dengan harga yang kompetitif.