Jakarta, Selular.ID – Open Signal baru saja mengeluarkan laporan “State of Mobile Video”, yang memberikan analisa mengenai pengalaman menonton video streaming yang dirasakan oleh pengguna.

Dari seluruh kawasan yang dianalisa, kawasan Asia Timur terlihat memiliki hasil beragam dalam pengalaman nonton video.

Beberapa negara di kawasan ini termasuk ke dalam negara-negara yang memiliki nilai pengalaman nonton video tertinggi, tapi uniknya beberapa negara lain di kawasan ini juga masuk ke dalam urutan terendah.

Analisa pengalaman nonton video yang dibuat Open Signal menggunakan skala 0 hingga 100, dimana 100 adalah nilai tertingginya.

Sebanyak 14 negara Asia Timur termasuk dalam analisa di laporan Open Signal, dengan kisaran nilai yang cukup jauh dimana Singapura dengan nilai 66,9 menempati peringkat pertama dan Filipina dengan nilai 35 di peringkat terendah sekawasan Asia Timur.

BACA JUGA:
Jaringan Baru 4G Plus Indosat Ooredoo Rambah Wilayah Sulawesi Selatan

Nilai tersebut menggambarkan berbagai macam kategori kualitas video. Nilai yang diperoleh Singapura mengantarkan negara tersebut ke dalam kategori ‘Very Good’, yang mengindikasikan waktu loading yang cepat dan waktu tunda yang rendah dalam video streaming, bahkan untuk video yang beresolusi tinggi.

Singapura menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Timur dari total 11 negara di seluruh kawasan yang mendapatkan nilai ‘Very Good’, namun Australia dan Taiwan nyaris menempati kategori yang sama. Batas nilai minimal di kategori ini sendiri adalah sebesar 65 point.

BACA JUGA:
90 Persen Jaringan Telkomsel di Palu dan Donggala Telah Pulih

Indonesia sendiri berada di urutan ke 12 untuk urusan pengalaman nonton video dan mendapat skor tertinggi 53,08.

Telkomsel berada di urutan pertama terbaik, disusul XL (45,19), Smartfren (40,44), 3 (38,86), dan Indosat (30,57).

Di Indonesia sendiri perbedaan cukup signifikan terjadi dimana hanya dua operator yang berada dalam kategori fair yakni Telkomsel (53,08) dan XL (45,19), sementara sisanya masuk ke kategori poor.

Layanan video sendiri memang tengah digandrungi. Telkomsel mencatat pelanggannya menggunakan sekitar 63% kuota data yang dimilikinya untuk video streaming.

Selain itu, dalam kurun waktu setahun terakhir, pertumbuhan trafik konten video di jaringan Telkomsel meningkat signifikan hingga 250%.

BACA JUGA:
Telkomsel Gratiskan Telpon dan SMS di Palu dan Donggala

Di antara berbagai operator seluler tersebut, Telkomsel sendiri belakangan terlihat serius menggarap segmen layanan video. Hal ini bisa dilihat dengan adanya platform nonton video milik Telkomsel sendiri yaitu MAXstream.

Aplikasi video ini berisi berbagai konten seperti film, TV show, olahraga, maupun kartun dari berbagai saluran layanan video on demand dan TV internasional.

Sejak diluncurkan Juni 2018, MAXstream telah menjadi salah satu layanan video yang paling diminati masyarakat Indonesia dengan 7 juta unduhan.

Untuk menarik traffic ke layanan ini, MAXstream terbilang agresif dengan menjadi Official Mobile Partner untuk World Cup beberapa waktu lalu.

Tidak lama setelahnya, MAXstream kembali menambah konten olahraga di dalam platformnya melalui saluran BEIN Sports (saluran siaran langsung liga sepak bola dunia, golf, tenis, dll).

BACA JUGA:
Telkomsel dan PLN Komersialisasikan NB-IoT Smart Meter Pertama di Asia Tenggara

Tak tanggung-tanggung, MAXstream juga memproduksi original series dengan cita rasa lokal bertajuk “Brata” yang dibintangi Oka Antara.

Telkomsel menyatakan akan terus serius menggarap layanan video ini mengingat akses film di Indonesia masih tergolong rendah, karena layar bioskop masih terbatas dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Dengan pertumbuhan ponsel pintar serta dukungan jaringan broadband, kendala akses ini bisa teratasi dengan menonton di layanan mobile seperti MAXstream. Bahkan MAXstream juga berencana untuk bisa menjadi wadah bagi konten-konten video lokal yang berkualitas.