Jakarta, Selular.ID – Setelah bertahun-tahun fokus menggarap gelang pelacak aktivitas kebugaran, akhir tahun lalu Fitbit mulai memperkenalkan jam tangan pintar. Sekarang, smartwatch Fitbit Ionic dan terutama Fitbit Versa tampaknya membuahkan hasil.

Di tahun kedua dalam upayanya masuk ke pasar yang sepenuhnya didominasi Apple akhirnya Fitbit mencetak laba, meskipun tidak banyak.

Pada laporan keuangan kuartal ketiga 2018, perusahaan veteran di industri wearable device itu meraih keuntungan $10 juta dengan kerugian $2,1 juta.

Tentu saja itu angka yang sangat kecil dibandingkan Apple, tetapi kedua angka itu jauh lebih baik daripada periode sama tahun lalu, dengan laba $2.8 juta dan kerugian $113.4 juta.

Menariknya, pemulihan laba perusahaan datang pada saat penjualan Fitbit stagnan dengan hanya 3,5 juta unit wearable device yang dikirim antara Juli dan September 2018, turun sedikit dari 3,6 juta unit kuartal sama tahun 2017.

Versa tampaknya menyediakan lebih banyak “penawaran kompetitif dari rivalnya seperti Garmin, Samsung, dan Fossil di AS” pada Q3 ini.

Hal itu membantu Fitbit meraih peringkat kedua secara keseluruhan dalam kategori smartwatch di negara Amerika Serikat. Padahal perusahaan baru masuk kancah smartwatch 14 bulan lalu.

Kendati kecil, raihan laba bukan prestasi yang mudah, apalagi ditambah menaikkan harga jual Fitbit karena perusahaan dikenal dengan wearalke device terjangkau. Berkat adanya, smartwatch, harga jual rata-rata Fitbit sekarang sebesar $108 per perangkat.

Pelacak kebugaran masih mendominasi hasil keuangan Fitbit, tetapi smartwatch menghasilkan 49 persen dari total raihan $393,6 juta tiga bulan terkahir. Itu berarti naik dari kontribusi 10 persen tahun lalu.

Mendatang, perusahaan memprediksi pendapatan lebih dari $560 juta, yang didorong jam tangan Versa, serta yang baru-baru ini dirilis, Charge 3.