Jakarta, Selular.ID – Berdasarkan data yang dimiliki  Asosiasi Penyedia Data Center di Indonesia (IDPRO) tentang pengguna data center di Indonesia yang didapat dari sharing vision, didapatkan industri data center akan terus mengalami peningkatan.

Perusahaan pengguna data center di Indonesia baik yang beroperasi secara in house maupun outsource pada 2014 tercatat ada 45.725 perusahaan dan diprediksi akan meningkat menjadi 103,493 perusahaan pada 2019.

Menurut Teddy Sukardi, Sekjen IDPRO, dari jumlah tersebut saat ini hanya terdapat sekitar 43 persen perusahaan yang menggunakan outsource sebagai pilihan dalam mengoperasikan pusat datanya.

“Sedangkan 66 persen, sisanya masih mengoperasikannya secara in house. Hal ini dapat dijadikan sebagai peluang bisnis yang cukup besar bagi data center outsource,” kata Teddy, di Jakarta (18/10/18).

Dijelaskan Teddy, bahwa adanya data center tidak.semata hanya menjadi pendukung bagi industri untuk berkembang. Namun menjadi landasan kuat bagi mereka untuk bertahan, ditengah persaingan perekonomian global yang kuat.

Teddy mengacu pada riset Google bersama A.T Kearney dirilis pada September 2017, pertumbuhan perekonomiaan inklusif di Indonesia sangat didukung dengan hadirnya pameran baru dari Industri startup dan fintech.

Dari data yang dihadirkan, nilai transaksi perekonomian Indonesia diperkirakan mengambil 3,1 persen pasar retail. Transaksi melalui teknologi finasial atau fintech menyentuh angka Rp252 triliun yang sebagian besar berasal dari pembayaran digital.

“Tidak ketinggalan untuk startup, perusahan-perusahaan rintisan berbais digital yang menyebtuh angka transaksi Rp40 triliun sampai semester pertama tahun ini,” tutup Teddy.