Jakarta, Selular.ID – Dua pendiri Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger, mengundurkan diri dari perusahaan foto-sharing tersebut. Berita itu pertama kali dilaporkan The New York Times yang kemudian dikonfirmasi dalam posting blog yang ditulis oleh Systrom.

“Kami berencana meluangkan waktu untuk menjelajahi rasa ingin tahu dan kreativitas kami lagi,” tulisnya. “Membangun hal-hal baru menuntut kita mundur, memahami apa yang mengilhami kita dan mencocokkan dengan apa yang dibutuhkan dunia; itulah yang kami rencanakan.”

Instagram bisa dibilang sebagai akuisisi paling sukses dari Facebook. CEO Facebook Mark Zuckerberg setuju untuk membeli Instagram seharga US$1 miliar atau setara Rp15 triliun dan sekarang telah memiliki lebih dari 1 miliar pengguna di seluruh dunia.

BACA JUGA:
Tampilan Profil Pengguna Instagram Akan Berubah Dalam Waktu Dekat

Pertumbuhannya sejak tahun 2012 sebagian besar merupakan hasil dari visi Systrom dan Krieger, menggunakan sumber daya Facebook secara strategis, dan kesediaan untuk bersaing secara agresif dengan Snapchat.

“Mike dan saya bersyukur selama delapan tahun terakhir di Instagram dan enam tahun dengan tim Facebook,” tulis Systrom. “Kami telah berkembang dari 13 orang menjadi lebih dari seribu orang dengan kantor di seluruh dunia, saat membangun produk yang digunakan dan dicintai oleh komunitas lebih dari 1 miliar.”

“Kevin dan Mike adalah pemimpin Instagram yang mencerminkan bakat kreatif gabungan mereka,” kata CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA:
Ingin Nomor WhatsApp Lebih Privasi? Lakukan Hal Ini

“Saya telah belajar banyak bekerja dengan mereka selama enam tahun terakhir dan benar-benar menikmatinya. Saya berharap yang terbaik bagi mereka dan saya menantikan untuk melihat apa yang mereka bangun selanjutnya.”

Sekarang, keluarnya Systrom dan Krieger bisa memengaruhi kemampuan jaringan sosial untuk mengelola krisis yang sedang berlangsung di sekitar gangguan pemilu, berita palsu, dan persepsi publik umum bahwa Facebook tidak lagi sehat untuk masyarakat atau demokrasi.

Instagram telah diposisikan sebagai alternatif Facebook yang berkembang pesat dan sukses untuk pengguna remaja dan mereka yang kecewa dengan pelanggaran privasi Facebook dan dampaknya yang lebih besar pada kehidupan digital. Tanpa Systrom dan Krieger di pucuk pimpinan, Instagram mungkin harus berjuang untuk terus tumbuh.

BACA JUGA:
Di iOS, Instagram Izinkan 'Regram'

Awal tahun ini, co-founder WhatsApp, Jan Koum, mengumumkan ia meninggalkan Facebook atas ketidaksepakatan yang jelas tentang privasi pengguna dan pembagian data. Rekan pendiri Koum, Brian Acton, meninggalkan Facebook pada bulan September 2017, dan Acton telah menyuarakan kritik yang tidak begitu halus terhadap mantan majikannya di Twitter dan melalui investasinya pada perusahaan pesan pesan terenkripsi.

“Kami tetap bersemangat untuk masa depan Instagram dan Facebook di tahun-tahun mendatang ketika kami berdua beralih (status) dari pemimpin ke pengguna,” tulis Systrom. “Kami menantikan untuk menyaksikan apa yang akan dilakukan perusahaan inovatif ini selanjutnya.”