Friday, May 24, 2019
Home News Feature Lenovo Kembali Digunakan Sebagai Merek Smartphone?

Lenovo Kembali Digunakan Sebagai Merek Smartphone?

-

Jakarta, Selular.ID – Tak berlebihan jika kita menyebut Lenovo Group tengah mengalami masa-masa sulit. Vendor smartphone asal China itu, tak mampu mempertahankan pangsa pasar yang sebelumnya sudah diperjuangkan secara susah payah di Indonesia.

Seperti diketahui, market share Lenovo kini sudah terjun bebas. Lenovo tak lagi berada dalam posisi lima besar merek smartphone di Indonesia. Berdasarkan laporan IDC per kuartal ketiga 2017, lima besar merek teratas adalah Samsung, Oppo, Advan, Vivo dan Xiaomi.

Padahal, sepanjang 2015 dan 2016, pencapaian Lenovo terlihat cukup istimewa. Riset IDC mengungkapkan, Lenovo mampu mengamankan posisi di lima besar produsen smartphone selama dua periode itu berturut-turut. Itu adalah pencapaian yang terbilang membanggakan, mengingat Lenovo sebelumnya lebih dikenal sebagai produsen PC dan note book, bukan smartphone.

Terlepas dari persaingan yang semakin sengit dengan vendor lain dan masih maraknya peredaran ponsel BM (black market), apa sesungguhnya penyebab Lenovo kehilangan tajinya di pasar domestik?

Jika kita mencari kambing hitam, tak berlebihan jika keputusan menggunakan merek Motorola adalah salah satu penyebabnya. Seperti diketahui, pasca akusisi terhadap Motorola pada 2015, Lenovo Group sebelumnya masih menggunakan strategi dual brand untuk menjangkau konsumen yang berbeda.

Produk-produk Lenovo dikhususkan untuk pasar menengah bawah, sedangkan Motorola untuk kelas menengah atas. Strategi itu sebenarnya cukup efektif dalam memperbesar volume penjualan.

Namun dalam perkembangannya, terdapat perubahan strategi yang diusung Lenovo Group. Selain lebih banyak membidik segmen menengah (mid end), perusahaan lebih cenderung memperkuat pasar dengan strategi single brand, yakni Motorola. Tidak hanya di pasar global, namun juga Indonesia.

Meski merek Lenovo masih popular di kalangan konsumen, namun perusahaan melihat brand Motorola sudah sangat ikonik. Dengan kembali mempopulerkan Motorola, petinggi Lenovo Group berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati smartphone yang lebih dari sekedar price performance.

Faktanya, keputusan menggunakan merek Motorola tak sepenuhnya mampu mengatrol posisi Lenovo Group. Harus diakui, dengan awareness yang terbilang masih kuat, kebanyakan pembeli memilih Motorola karena sudah mengenal brand ini sebelumnya.

Namun tumbuhnya generasi milenial, menjadikan merek Motorola, menjadi terkesan jadul. Hanya cocok untuk segmen tua-tua. Segmen yang tentu saja akan terus menyusut di makan jaman.

Sementara di sisi lain, merek Lenovo sesungguhnya sudah cukup mengakar terutama di kalangan milenial. Didukung oleh kekuatan di bisnis PC dan notebook, popularitas Lenovo sesungguhnya jauh melebihi Xiaomi yang baru masuk ke Indonesia pada 2014.

Melihat masih kuatnya merek Lenovo di Indonesia dan potensi yang bisa lebih berkembang ketimbang menggunakan Motorola, tak berlebihan jika manajemen Lenovo Group saat ini tengah mempertimbangkan untuk kembali menggunakannya.

Memang hal ini belum menjadi keputusan resmi. Namun, dari diskusi saya dengan salah satu eksekutif Lenovo Motorola Group, dapat dipastikan perusahaan akan kembali meluncurkan smartphone Lenovo mulai semester kedua 2018 di Indonesia.

Kapan persisnya? Kita tunggu saja pengumuman resmi dari Lenovo Group.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest