Thursday, June 20, 2019
Home News Benarkah Amerika Kalah Dari China Dalam Pengembangan Jaringan 5G?

Benarkah Amerika Kalah Dari China Dalam Pengembangan Jaringan 5G?

-

Jakarta,Selular.ID-China telah mengungguli Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan dan membangun infrastruktur nirkabel 5G.

Laporan Deloitte Consulting baru-baru ini mengungkapkan, jika China mengalahkan Amerika Serikat (AS) untuk pengembangan jaringan 5G. Hal tersebut terlihat dari teknologi yang diusung China Mobile dalam Kongres Inteligensi Dunia II belum lama ini.

Seperti dilaporkan Fortune, untuk membangun infrastruktur 5G, China telah mengeluarkan USD24 miliar sejak 2015. China juga membangun sepuluh kali lebih banyak situs untuk mendukung komunikasi 5G, yakni 350.000 situs menara telepon seluler baru.

China sudah menambahkan lebih banyak situs dalam periode tiga bulan pada 2017. Sementara Amerika Serikat baru membangun sekira 30.000.

Selain itu, kabarnya ini juga mencatat bahwa akan lebih murah dalam pemasangan peralatan yang dibutuhkan untuk jaringan 5G di China dibandingkan Amerika Serikat, bahkan mencapai 35 persen.

Deloitte Consulting juga mengungkapkan, bahwa negara pertama yang mengadopsi komunikasi nirkabel generasi mendatang akan mendapat keuntungan tidak proporsional. Hal ini lantaran 5G membawa era potensi ekonomi yang belum tersentuh.

Tak dapat dipungkiri, seperti halnya teknologi selular sebelumnya (2G, 3G dan 4G), AS dan Eropa akan selalu menjadi pionir dalam pengembangan 5G. Meski demikian, pasar terbesar di dunia, lagi-lagi bukanlah di dua kawasan itu, melainkan Asia Pasifik.

Mengacu kepada laporan Mobile Economy GSMA, Asia Pasifik diperkirakan akan mencapai 675 juta koneksi 5G dalam tujuh tahun mendatang. Pencapaian itu sekaligus menempatkan kawasan ini sebagai pasar 5G terbesar di dunia pada 2025.

Laporan berjudul The Mobile Economy Asia Pacific 2018, memperlihatkan bahwa negara-negara yang tergolong sebagai early adopter, seperti Australia, China, Jepang dan Korea Selatan akan merintis teknologi untuk memimpin penyerapan 5G.

Keempat negara tersebut, diketahui tengah bersiap melakukan peluncuran jaringan 5G komersial yang diharapkan akan dimulai di pasar-pasar ini tahun depan.

Gabungan pasar potensial yang dipicu oleh empat negara tersebut, diperkirakan akan mendorong pertumbuhan 5G hingga mencapai 675 juta koneksi pada tahun 2025. Itu berarti akan mencapai lebih dari setengah dari total global 5G yang diharapkan berkembang pada saat itu.

Latest