Jakarta, Selular.ID – Laporan kuartal kedua 2018 LG Electronics menunjukkan rekor baru keuntungan, tapi divisi smartphone masih ‘merah’.

Perusahaan Korea tersebut mencapai pendapatan global tertinggi, laba operasi tertinggi dan penjualan pertamanya sebesar KRW30 triliun atau setara Rp387 triliun dalam 6 bulan.

Namun ada raport merah pada laporan itu yakni divisi Mobile Communications yang membukukan kerugian operasi dan penurunan penjualan kuartalan “karena pertumbuhan pasar smartphone global yang melambat”.

BACA JUGA:
Wow, Vendor Ini Patenkan Smartphone 16 Kamera

Berbicara dalam angka absolut, penjualan antara Maret dan Juni adalah KRW2.07 triliun (Rp28 triliun). Kerugian operasional adalah KRW185.4 miliar, yang sama dengan Rp2,4 triliun.

Alasan utamanya adalah penurunan penjualan mid-range dan low-end di Amerika Latin dan peningkatan investasi pemasaran untuk mendukung peluncuran flagship baru, termasuk LG V35 ThinQ dan LG G7 ThinQ.

BACA JUGA:
Catatan Akhir Tahun 2018: Tumbangnya Vendor Smartphone di Indonesia

Prospek untuk kuartal berikutnya juga tidak terlihat cerah. Perusahaan memprediksi persaingan di segmen premium meningkat karena permintaan yang stagnan sementara pesaing terus meluncurkan produk baru.

LG berencana untuk memperluas penjualan “dengan memperkuat platform dan kegiatan modular.”

Semoga lineup kuartal ketiga akan cukup kuat untuk membawa divisi smartphone kembali ke raport hitam.