Jakarta, Selular.ID – Indosat Ooredoo melalui Indosat Ooredoo Business sebagai preferred digital partner, hari ini resmi menghadirkan inovasi dengan meluncurkan IoT Connect untuk memperkuat posisi Indosat Ooredoo sebagai hub dari ekosistem Internet of Things (IoT).

IoT Connect adalah Connectivity Management Platform yang didukung oleh Ericsson dengan data center berlokasi di Indonesia, dan menjadi yang pertama di Asia Tenggara, memungkinkan tingkat keamanan yang lebih baik dan bandwidth lebih tinggi untuk use case IoT seperti streaming.

Platform ini menyediakan layanan self-service berbasis web yang memungkinkan visualisasi, monitoring dan kontrol SIM card yang terpasang di berbagai perangkat/mesin baik statis atau bergerak melalui jaringan selular secara real-time.

“Strategy Indosat Ooredoo Business sebagai preferred digital partner, kami wujudkan dengan inovasi dalam IoT Connect yang diluncurkan hari ini. Kami melihat market B2B khususnya IoT adalah potensi pertumbuhan bisnis besar bagi Indosat Ooredoo, pemanfaatan IoT akan memungkinkan transformasi digital menjadi nyata pada berbagai bidang,” ujar Herfini Haryono, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo.

BACA JUGA:
Media Sosial dan Layanan Digital, Membuat Data Indosat Naik 11,4 Persen

Indosat Ooredoo dikatakan Herfini juga mendukung inisiatif Industry 4.0, Smart City dan sistem transportasi pintar di Indonesia dengan menyediakan layanan terbaik sesuai kebutuhan pasar.

“IoT Connect melengkapi portfolio produk Indosat Ooredoo Business yang selalu terdepan dalam inovasi untuk kebutuhan pelanggan kami,” imbuhnya.

Menurut Herfini, enabler teknologi dalam Industry 4.0, Smart City maupun sistem Transportasi dan Logistik cerdas adalah IoT atau Internet Of Things yang merupakan solusi dan konsep pengembangan konektivitas internet yang dapat dimanfaatkan organisasi untuk menghasilkan keunggulan kompetitif.

Rangarajan, Group Head Business Marketing Indosat Ooredoo, menambahkan, melalui IoT Connect yang diluncurkan hari ini, Indosat Ooredoo Business menyediakan koneksi IoT dengan memanfaatkan data center berlokasi di dalam negeri yang didukung oleh Ericsson yang pertama di Asia Tenggara dengan menghadirkan benefit-benefit diantaranya latency yang lebih rendah, bandwidth lebih besar, support 4G dan mampu menangani pola koneksi massive IoT seperti NB-IOT dengan konsumsi daya rendah dan coverage yang lebih luas.

BACA JUGA:
Jaringan 4G Plus Indosat Rambah Sumatera Utara

“Kami percaya kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi dan akan mendapat berbagai keuntungan dengan produk IoT Connect dari Indosat Ooredoo Business”. IoT Connect menyediakan fitur-fitur realtime control & monitoring, diagnostic & security, otomasi proses bisnis, flexible pricing, dan lean innovation environment,” katanya.

Seiring dengan cita-cita Indonesia sebagai Negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN dan menuju ekonomi terbesar ke 6 di dunia pada tahun 2030, saat ini transformasi digital sedang bergerak dengan cepat baik pada sektor bisnis maupun Pemerintahan.

Disampaikan Rangarajan, pelaku usaha dituntut untuk berinovasi menciptakan keunggulan kompetitif di era digital guna mencari sumber pendapatan yang lebih besar secara efektif, mencari cara untuk meningkatkan efisiensi biaya dan inovasi produk untuk melayani pelanggan dengan lebih baik.

BACA JUGA:
Indosat Klaim Trafik Layanan Data Naik 74 Persen Saat Natal

Pelayanan publik pun dituntut untuk menghadirkan layanan yang cepat, sederhana dan transparan melalui penerapan Smart City. Transportasi pintar yang terintegrasi dan murah dimungkinkan dengan memanfaatkan infrastruktur dan teknologi digital. Berbagai inisiatif nyata telah dilakukan seperti Industry 4.0 melalui “Making Indonesia 4.0” dan Smart City di 100 kota/kabupaten di Indonesia

Konektivitas yang fit to use, aman dan trusted adalah faktor yang sangat penting bagi implementasi IoT. Aplikasi IoT membutuhkan konektivitas yang bersifat business critical dan dapat dikelola serta terhubung dengan aman dengan berbagai platform dan aplikasi. Pola koneksi bersifat massive IoT ataupun ultra high speed & ultra reliable tidak hanya membutuhkan jenis infrastruktur berbeda seperti NB (Narrowband)-IoT, LTE-M maupun 5G, namun juga membutuhkan platform manajemen koneksi yang lengkap dan handal.