Jakarta, Selular.ID – Meski telah berupaya mengejar ketinggalan dari para pesaingnya, kinerja HTC terlihat masih belum menggembirakan. Vendor smartphone asal Taiwan itu terus melanjutkan tren penurunan dalam penjualan.

Tengok saja, pencapaian di semester pertama tahun ini, HTC hanya membawa total sekitar setengah pendapatan dibandingkan periode yang sama 2017.

Tercatat, total penjualan hanya mencapai TWD15.56 miliar ($ 510.7 juta) dibandingkan dengan TWD30.67 miliar pada semester pertama tahun 2017. Peluncuran flagship terbaru, U12 +, ternyata tidak berdampak signifikan.

BACA JUGA:
Acer dan Brand Teknologi Taiwan Optimis Kukuhkan Posisi di Indonesia

Pendapatan pada Juni 2018 hanya sebesar TWD2.23 miliar. Turun 67,6% YoY (tahun ke tahun) dan 8,8% lebih rendah dari bulan sebelumnya.

Dengan kinerja keuangan yang tidak menggembirakan itu, HTC tidak mengungkapkan berapa persisnya laba (atau rugi) di samping laporan penjualan bulanannya, meskipun angka penuh untuk Q2 akan menyusul kemudian.

BACA JUGA:
Q3 2018, Pendapatan HTC Melemah dan Kerugian Membesar

Baca juga: Saat HTC Melempar Handuk Putih

Kinerja penjualan yang lemah itu berbarengan dengan rencana perusahaan untuk melakukan perampingan jumlah karyawan.

Upaya tersebut dilakukan demi mengembalikan kemampuan manufaktur perusahaan di pasar dalam negeri yang dinilai masih memiliki prospek baik.

Sementara perusahaan terus berjuang dalam upaya meningkatkan penjualan, varian U12 + yang merupakan produk terbaru sesungguhnya cukup diterima dengan baik oleh pasar untuk beberapa waktu.

BACA JUGA:
Headset VR HTC Vive Focus Rilis Global

Meski demikian, respon terhadap U12 + terlihat beragam, dengan kritik sering mengutip input tekanan pada generasi kedua HTC sebagai titik lemah.

Baca juga: Akhirnya Google Akuisisi HTC Ini Nilainya

Dengan perusahaan yang telah menjual aset smartphone ke Google awal tahun ini (sebagai imbalan untuk suntikan uang tunai yang sehat) dan memangkas kemampuan manufakturnya, maka tidak mengherankan jika publik mempertanyakan komitmen HTC terhadap ponsel cerdas yang selama ini mereka geluti.

BACA JUGA:
Headset VR HTC Vive Focus Rilis Global

Apalagi dalam banyak kesempatan, para petinggi HTC lebih memprioritaskan rencana mengembangkan produk-produk VR sebagai tambang uang di masa depan.