Marketing Director Advan, Tjandra Lianto (Donnie Pratama Putra/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Google berencana akan membuat sistem operasi Android berbayar tidak gratis lagi.

Hal ini dikarenakan Google digugat sebesar USD5 Miliar atau setara Rp72,5 Triliun oleh Komisi Anti Monopoli atau Persaingan Usaha Uni Eropa.

Mereka menilai Google telah memonopoli pasar perangkat Android dan bersaing secara tidak sehat.

Hal ini tidak membawa dampak besar bagi para produsen smartphone. Advan salah satunya.

BACA JUGA:
Smartphone Ultra High End dan Layar 6 Inci Bakal Booming di 2019

“Kita akan melihat dulu perkembangannya. Karena saat ini masih wacana. Yang pasti sudah kita sudah masukan ke dalam bom cost,” ungkap Marketing Director Advan, Tjandra Lianto saat ditemui Selular.ID di sela peluncuran Advan G2 Plus di bilangan Darmawangsa, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Tjandra menjelaskan tidak akan membebani konsumen jika Android berbayar.

BACA JUGA:
Google Resmi Tutup Layanan Aplikasi Pesan Allo

“Untuk masalah harga di produk selanjutnya, kami akan pertimbangkan kembali jika Android berbayar. Yang jelas tidak membebani konsumen,” tandas Tjandra.

Dikatakan Tjandra, Advan akan tetap fokus ke 3 segmen yakni low, mid dan flagship.

“Meski Android sudah berbayar, kita tetap merilis ponsel low dan mid selanjutnya. Untuk flagship, kami juga akan merilis ponsel terbaru,” tutup Tjandra.