80% Fake Booking Teratasi Berkat Teknologi Machine Learning Grab

Jakarta, Selular.ID – Fenomena fake booking, order fiktif (ofik) dan tuyul masih terus terjadi. Sejumlah aplikasi transportasi online terus berupaya mengurangi ofik tersebut.

Bisa melalui teknologi yang digunakan pada platform tersebut atau menindaktegas driver yang melakukan hal tersebut. Langkah yang sama juga dilakukan oleh Grab.

Grab beberapa waktu lalu tengah mengumukan teknologi yang digunakan untuk mengatasi ofik dan tuyul seperti machine learning dan tool pendeteksi ofik. Tak hanya order fiktif, fake booking pun sudah bisa dideteksi oleh teknologi tersebut.

Fake booking sendiri adalah sang driver Grab tidak sama sekali mendapatkan order dari penumpang. Untuk ordernya, fake booking memang sengaja dibuat fiktif oleh si driver. Sedangkan order fiktif, ordernya ada tapi si driver menggunakan kecurangan melalui fake GPS.

Sejauh ini teknologi tersebut sudah menangani sekitar 80% fake booking.

Baca juga : Begini Cara Grab Lawan Ofik

“Sudah ada tim untuk menangani fenomena order fiktif dan fake booking. Kami terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi pendeteksi order fiktif dan fake booking tersebut,” ujar Rudi Lim, Head Product Design Grab Ventures saat ditemui Selular.ID di kantor Grab, Kuningan, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Rudi Lim, Head Product Design Grab Ventures (Donnie Pratama Putra/Selular.ID)

Menurut Rudi, untuk pengembangannya sendiri teknologi pendeteksi order fiktif ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Dalam menambahkan fitur dan teknologi baru pada aplikasi Grab rata-rata membutuhkan waktu setahun. Semua infrastruktur dalam aplikasi harus dirubah dalam penambahan teknologi tersebut, mulai dari desain hingga proses coding. Jadi, wajar saja jika proses nya cukup panjang,” tegas Rudi.

Dijelaskannya, setelah proses developer selesai, selanjutnya dilakukan tes agar hasilnya maksimal ketika digunakan oleh user.

“Kurun waktu kurang lebih setahun tersebut sudah termasuk proses tes. Tidak ada kendala yang berati saat mengembangkan teknologi tersebut. Karena kita memiliki tim desain profesional sekitar 50 orang secara global termasuk Indonesia,” imbuhnya.

Sayangnya, tak banyak yang diungkap oleh Rudi tentang teknologi ini. Yang jelas teknologi ini masih dalam proses optimalisasi agar hasilnya lebih akurat dari sebelumnya.

“Kita akan melucuran teknologi baru pada aplikasi driver Grab untuk mengurangi fake order dan fake booking. Ditunggu saja dalam waktu dekat,” tutup Rudi.