Sunday, May 19, 2019
Home News Telco Pasca Registrasi Prabayar, Operator Klaim Jumlah Pelanggannya Kembali Meningkat

Pasca Registrasi Prabayar, Operator Klaim Jumlah Pelanggannya Kembali Meningkat

-

Jakarta, Selular.ID – Adanya ketentuan pemerintah yang mengharuskan operator untuk meregistrasi ulang pelanggan pra bayar maksimal tiga nomor sesuai dengan KTP dan NIK membuat jumlah pelanggan melorot drastis.

Sesuai catatan Dukcapil dan Kemenkominfo, pasca berakhirnya masa registrasi pada 30 April lalu, hanya terdapat 254.792.159 nomor yang telah terdaftar. Artinya, program tersebut ‘sukses’ membuat sekitar 150 juta nomor menjadi raib.

Pada awalnya Menkominfo Rudiantara menegaskan bahwa nomor yang tidak diregistrasi ulang sampai Senin (30/4/2018) tengah malam otomatis hangus dan tak bisa digunakan lagi.

Namun lobby yang dilakukan oleh ATSI menghasilkan ketentuan baru, yakni meski nomor SIM prabayar melewati tenggat registrasi, tetap masih bisa melakukan pendaftaran ulang, meski harus melalui gerai resmi bukan jalur mandiri.

Tentunya, beleid tersebut menjadi momentum bagi operator, terutama mereka yang jumlah pelanggannya terpangkas banyak, untuk mengejar kembali pelanggan yang hilang.

Tri misalnya, usai berakhirnya masa kewajiban registrasi ulang kartu SIM prabayar, mencatat hanya ada 17 juta pelanggan yang telah teregistrasi dari jumlah sebelumnya, 68,3 juta.

Namun demikian jumlah tersebut terus bertambah cukup signifikan. Dolly Susanto, Chief Commercial Officer Tri Indonesia, mengungkapkan hingga Selasa (22/5/2018) tercatat ada hampir 30 juta pelanggan yang telah teregistrasi.

Begitu pun dengan Telkomsel. Operator terbesar di Indonesia itu bisa memperoleh kembali pelanggan yang ‘hilang’. Menurut Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah, hingga Jumat (8/6/2018), total pelanggan Telkomsel mencapai 179 juta.

“Berkat sejumlah program yang kami gencarkan, termasuk model jemput bola dan penawaran bonus data, terjadi peningkatan kembali hingga 29 juta pelanggan”, ujar Ririek di sela-sela berbuka puasa dengan jajaran media massa di Telkomsel Smart Office (TSO).

Begitu pun dengan XL Axiata. Operator yang identik dengan warna biru ini mencatat ada sekitar 49 juta jumlah pelanggan yang terdaftar pasca program registrasi ulang atau sekitar 90% yang kembali sejak jumlah pelanggan di Q1 2018 sebanyak 54,5 juta. Angka 49 juta ini meningkat dibanding waktu tanggal 30 April, di mana hanya 84% pelanggan yang kembali dari 54,5 juta tadi.

Menurut Dirut XL Axiata Dian Siswarini, tingginya jumlah pelanggan XL yang kembali melakukan registrasi, berkat sejumlah strategi yang diterapkan. Mulai dari preparasi dan edukasi yang dilakukan jauh hari sebelum jatuh tempo registrasi, penawaran gimmick-gimmik menarik, hingga menggunakan metode analitik. Metode ini dilakukan untuk melihat pelanggan mana yang memiliki nilai tinggi, dalam artian ARPU (Average Revenue Per User).

“Jadi, yang punya nilai tinggi (high value) kami kejar habis-habisan. Kalau memang dia malas registrasi, kami datangi, lalu kami bantu registrasi,” kata Dian selepas acara buka puasa bersama, Senin (4/6/2018).

Berbeda dengan Tri, Telkomsel dan XL Axiata, dua operator lainnya, yakni Smartfren dan Indosat terlihat lebih berhati-hati dalam mempublikasikan berapa persisnya jumlah pelanggan pasca registrasi.

Merza Fachys, Direktur Utama Smartfren hanya menyebutkan bahwa pihaknya optimis jumlah pelanggan akan terus bertambah.

“Jumlah pengguna Smartfen di akhir 2017 berjumlah 11,5 juta. Terhitung hingga bulan April 2018 ini mengalami penurunan menjadi 7 juta pelanggan. Kami menargetkan hingga akhir tahun 2018 ini pengguna terus bertambah sampai 15 juta pengguna,” terang Merza saat paparan publik hasil RUPS PT Smartfren Telecom Tbk di Sinarmas Land, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Indosat Ooredoo mengakui adanya penurunan jumlah pelanggan paska rekonsiliasi registrasi ulang 30 April 2018.

“Gak bisa komen kalau angka,” kata Joy Wahyudi, CEO Indosat Ooredoo, pada Buka Puasa Bersama di kantor pusat Indosat Ooredoo di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Joy mengetahui beredarnya jumlah pelanggan masing-masing operator usai rekonsiliasi registrasi ulang. Berdasarkan hasil rekonsiliasi 30 April 2018 lalu, Indosat Ooredoo tercatat memiliki 34 juta pelanggan yang melakukan registrasi.

“Iya saya tahu, saya juga dengar. Kita gak bilang segitu. Yang pasti gak segitu. Gak bener itulah. Turun sih turun,” imbuhnya. Ketika didesak mengenai angka sebenarnya, Joy menjawab tunggu bulan depan.

“Kita akan lihat di akhir Juni. Karena kan angkanya mobile. Pada saat kita ngomong angka hari ini ya itu angka hari ini. Besoknya kan nambah, sekarang kan nambah lagi,” tuturnya.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest