Jakarta, Selular.ID – Belum lama ini beberapa merek Android diduga terinfeksi malware RottenSys, seperti Samsung, Xiaomi, Honor, Oppo, Vivo, Huawei, dan Gionee.

Belum reda kabar tersebut, kini perangkat Android kembali disusupi malware, Avast menemukan sejumlah perangkat Android low-end disusupi malware Cosiloon.

Dilaporkan Engadget, seperti dituliskan Avast, malware ini akan tampil sebagai iklan untuk mempromosikan aplikasi tertentu atau yang disebut sebagai adware.

Perangkat yang terdampak malware ini berasal dari ZTE, Archos, dan myPhone. Malware ini disebut memiliki dua file yang terdiri dari dropper dan paylode.

BACA JUGA:
Google Kembangkan Teknologi eSIM untuk Semua Smartphone Android

Avast juga mengungkap malware ini ternyata sudah aktif selama kurang lebih tiga tahun. Hingga sekarang, ada sekitar ribuan pengguna Android yang menjadi korban dan terus bertambah hingga 18 ribu perangkat.

Dalam laporan Avast, Dropper adalah aplikasi kecil yang mudah terlihat, berada di partisi sistem perangkat yang terdampak. Aplikasi ini sepenuhnya pasif dan hanya dapat dilihat oleh pengguna dalam daftar aplikasi sistem di menu settings.

BACA JUGA:
Google Kembangkan Teknologi eSIM untuk Semua Smartphone Android

Karena dropper menjadi bagian dari firmware sistem, tak mudah untuk menyingkirkannya. Avast memprediksi, dropper ini dipasang masih dalam rantai pasokan, oleh manufaktur, OEM, atau operator.

Berdasarkan data dari pengguna Avast, malware ini sudah menyebar di lebih dari 100 negara, termasuk Rusia, Italia, Jerman, Inggris, dan beberapa di antaranya Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Google Kembangkan Teknologi eSIM untuk Semua Smartphone Android

Oleh karena itu, para peneliti pun menyarankan kepada para pengguna smartphone dari vendor tersebut untuk melakukan pengecekkan. Caranya adalah dengan masuk ke menu pengaturan.

Baca Juga :7 Brand Smartphone Ini Terinstall Malware RottenSys

Akan tetapi, dalam pernyataan terbarunya, Google menyatakan akan menyematkan sistem keamanan yang hebat di dalam OS Android P. Ini berarti, celah malware untuk masuk sebelum sampai di tangan pengguna akan semakin mengecil.