Thursday, June 20, 2019
Home News Telco Ririek Adriansyah : Pemblokiran Dorong Pelanggan Lakukan Registrasi

Ririek Adriansyah : Pemblokiran Dorong Pelanggan Lakukan Registrasi

-

Lombok, Selular.ID – Program registrasi pelanggan prabayar yang diwajibkan oleh pemerintah sejak akhir tahun lalu, membuat operator harus rela kehilangan banyak pengguna. Tak terkecuali dengan Telkomsel.

Menurut Dirut Telkomsel Ririek Ardiansyah, sejak berakhirnya masa program registrasi pada 30 April lalu, sudah sekitar 50 juta nomor yang telah diblokir. Dengan pemblokiran tersebut, jumlah pelanggan Telkomsel kini terpangkas menjadi 150 juta dari hampir 200 juta pada periode Desember 2017.

Ririek mengungkapkan, demi mendorong pelanggan untuk melakukan registrasi, pihaknya telah menyiapkan banyak program, termasuk memberikan bonus kuota data yang cukup besar. Namun nyatanya program tersebut kurang mendapat respon.

“Yang efektif justru setelah dilakukan pemblokiran total. Karena sama sekali tidak bisa melakukan aktfitas komunikasi, baik sms, voice dan akses data, mau gak mau pelanggan harus melakukan registrasi, jika tidak ingin kehilangan nomornya”, ujar Ririek.

Alhasil, pasca pemblokiran total sesuai dengan ketentuan yang digulirkan pemerintah tersebut, jumlah pelanggan yang melakukan registrasi melonjak signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Telkomsel telah menyiapkan berbagai kemudahan, termasuk pola jemput bola, seperti pendirian counter-counter khusus di tempat-tempat strategis.

Ririek menambahkan, meski banyak menemui kendala, pihaknya terus melakukan kerjasama dengan seluruh stake holder demi mensukseskan program registrasi prabayar demi mendorong kesehatan industri sekaligus keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna.

“Diukur dari populasi pengguna yang mencapai lebih 300 juta, Indonesia menjadi negara terakhir di Asia yang melakukan registrasi prabayar. Meski terlambat hal ini jauh lebih baik karena dapat menumbuhkan iklim efisiensi di industri selular”, tambah Ririek.

Latest