Thursday, December 12, 2019
Home News Market Update Gartner: Top 5 Vendor Smartphone Global Q1 2018

Gartner: Top 5 Vendor Smartphone Global Q1 2018

-

Jakarta, Selular.ID – Setelah melihat penurunan yang relatif tajam sebesar 6,3% pada Q4 2017, penjualan pada kuartal pertama tahun 2018 kembali bangkit. Menurut laporan Gartner ada sedikit peningkatan di atas angka 2017. Secara khusus, Q1 2018 ada pertumbuhan year-on-year sebesar 1,3%, dengan total pengiriman smartphone mencapai 383,5 juta unit.

Memimpin pasar, Samsung, mencatat pengiriman 78,56 juta, atau menurun 0,21 juta jika dibandingkan dengan Q1 2017. Secara keseluruhan, pangsa pasar Samsung turun 0,3% menjadi 20,5%.

Gartner mengungkapkan penurunan market share raksasa Korea Selatan itu berkaitan dengan meningkatnya persaingan di pasar mid-tier. Selain itu, permintaan untuk smartphone unggulan terus menurun selama periode tiga bulan terakhir.

Namun, pesaing terdekat Samsung, Apple, berhasil melawan tren sepanjang kuartal dengan pengirimannya yang tumbuh hampir 3 juta menjadikannya 54 juta.

Pemenang terbesar periode ini adalah Huawei dan Xiaomi yang melihat peningkatan pengiriman terbesar. Kehadiran Huawei yang meningkat di pasar global menyebabkan pertumbuhan lebih dari 6 juta unit menjadi total 40,4 juta unit.

Sementara strategi Xiaomi yang agresif dan peningkatan permintaan untuk smartphone terjangkau memungkinkannya untuk mencatatkan lebih dari dua kali lipat pengirimannya, menambahkan tambahan 16 juta unit selama periode ini. Angka itu setara dengan total 28,4 juta unit dan pangsa pasar 7,4%.

Oppo terpaksa berada di posisi kelima dengan torehan 28,1 juta pada kuartal ini dengan pangsa pasar 7,3% atau turun hampir 3 juta unit dari market share 8,2% tahun lalu.

Secara keseluruhan, Gartner memprediksi pengiriman smartphone akan terus mengalami pertumbuhan di masa mendatang, meski minimal.

Mempertimbangkan meningkatnya persaingan dan ketidakmampuan untuk tumbuh di pasar utama seperti China, sepertinya keunggulan Samsung atas produsen global bisa terus menyusut karena brand seperti Huawei dan Xiaomi menggunakan strategi yang lebih agresif.

Latest