Ooredoo Berambisi Kuasai Turk Telekom

Ooredoo_Head_QuartersJakarta, Selular.ID – Ooredoo yang berbasis di Qatar mengkonfirmasikan bahwa pihaknya mengadakan pembicaraan tentang upaya mengakuisisi saham di operator selular terkecil di Turki, Turk Telekom, namun diskusi sejauh ini belum berkembang menjadi sesuatu yang konkret.

Dalam sebuah pernyataan ke Qatar Stock Exchange, Ooredoo mengatakan bahwa mereka ingin mengklarifikasi laporan di media bahwa mereka tertarik dengan Turk Telekom, dan sementara “ada beberapa diskusi awal, ini tidak berlanjut ke tahap negosiasi”.

Laporan pada November 217 mengungkapkan bahwa Ooredoo telah memutuskan untuk mengajukan penawaran untuk Ojer Telekomunikayson (Otas), yang beroperasi sebagai anak perusahaan Ojer Telecom – demi memiliki 55% saham Turk Telekom.

Namun, ambisi Ooredoo tersebut terbilang tak mudah, mengingat Saudi Telecom juga dilaporkan tengah berupaya untuk mengakuisisi saham di operator yang sama.

Saat ini Turk Telecom memiliki pangsa pasar 25 persen, di belakang saingan berat Turkcell (44 persen saham) dan Vodafone (31 persen).

Saudi Telecom juga memiliki 35 persen saham di Oger Telecom, dan berencana untuk membeli anak perusahaan tersebut melalui suntikan uang tunai senilai $ 750 juta, dan juga melakukan restrukturisasi hutang senilai $ 4 miliar lebih lanjut. Demikian menurut sebuah laporan Bloomberg pada November 2107.

Memang, Otas telah melewatkan tiga pembayaran sejak September 2016 dengan pinjaman sebesar USD4,75 miliar yang dipinjam dari 29 bank lokal dan internasional pada tahun 2013.

Rencana pengambilalihan Turk Telecom oleh Ooredoo Turk Telecom, menunjukkan bahwa operator yang dulu bernama Qatar Telecom itu, tetap berupaya mengembangkan strategi ekspansi di luar negeri, terutama melalui akuisisi.

Di Indonesia, brand Ooredoo tentu sudah tak asing, berkat rebranding yang dilakukan Indosat pada 2015, yang menyatukan keduanya.

Seperti halnya, Singtel atau Axiata yang berbisnis di Indonesia lewat Telkomsel dan XL, Ooredoo juga merupakan grup telekomunikasi yang beroperasi di sejumlah kawasan, seperti Timur Tengah, Afrika Timur, dan Asia Tenggara.

Selain di Qatar sendiri, saat ini terdapat 9 negara di mana Ooredoo menjalankan bisnisnya, yakni Kuwait, Oman, Aljazair, Tunisia, Irak, Palestina, Maldives, Myanmar, dan tentu saja Indonesia.