Beranda News Keamanan Data Jadi Pokok Bahasan ID-IGF 2018

Keamanan Data Jadi Pokok Bahasan ID-IGF 2018

-

Jakarta,Selular.ID-Seiring perkembangan teknologi di era digital, pemanfaatan data privasi terjadi dalam semua bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, komunikasi, kesehatan, transportasi dan aspek lainnya.
Sama seperti hak asasi manusia lainnya, jaminan perlindungan privasi perlu dinormatifkan dalam bentuk produk hukum.
Salah satunya melahirkan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi yang komprehensif dengan mekanisme pemulihan.
Tema  tersebut juga menjadi pokok bahasan dalam Dialog Nasional ID-IGF (Internet Governance Forum) 2018.
Isu privasi masuk dalam diskusi keranjang hukum yang menitik beratkan urgensi perlindungan data privasi di Indonesia.
Sinta Dewi,panelis multi pemangku kepentingan dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran yang berpartisipasi dalam diskusi tersebut mengatakan, kepemilikan data adalah suatu bentuk kekuatan.
“Maka dari itu perlu adanya perangkat hukum yang menjamin perlindungan berbagai pihak berdasarkan hak asasi manusia,”tutur Sinta di Jakarta (19/01/18).
Dikatakan dia, perangkat hukum tersebut nantinya diharapkan akan mengatur baik ranah online maupun offline yang mengacu pada standar internasional.
Menurutnya peraturan tersebut sebisa mungkin bukan hanya memberi perlindungan privasi semata namun mengatur kewenangan pemerintah dan individu. Penguatan privasi dengan menitikberatkan penguatan hak individu juga dapat berimplikasi pada kesadaran hak privasi bagi masyarakat awam.
“Pengaturan yang menitik beratkan pada hak dan kewajiban individu juga penting dilakukan. Karena masyarakat kita belum sepenuhnya bijak menggunakan informasi digital” jelas Sinta.
Selain penguatan hak individu dan konsep dasar privasi, forum ini juga mendiskusikan alternatif mekanisme penyelesaian sengketa terkait pelanggaran privasi atau kebocoran data yang sering terjadi. Salah satunya dengan pembentukan badan artibrase khusus terkait kasus informasi digital.
Sementara Semuel Abrijani Pangerapan (Semmy), Dirjen Aplikasi Informatika menuturkan, persoalan privasi harus menjadi bagian dari literasi digital.
“Pemerintah harus menjadi fasilitator literasi digital yang mencerdaskan masyarakat. Salah satunya dalam regulasi yang melindungi data privasi” jelas Semmy.
Pada proses pembentukan regulasi tersebut, Semmy menyebutkan bahwa pemerintah bukan satu-satunya aktor pembentuk kebijakan. Hal ini menegaskan bagaimana regulasi privasi membuka ruang bagi lapisan masyarakat untuk memberikan masukan guna melahirkan perlindungan yang komprehensif.
Disebutkan Semmy pemerintah bukan satu-satunya aktor pembentuk kebijakan untuk mengakomodir perlindungan data pribadi masyarakat.
“Ini harus melibatkan kerja sama berbagai pihak mulai dari masyarakat baik pihak pebisnis dan akademisi dengan memberikan masukan kepada pemerintah selaku fasilitator negara agar terealisasikan Undang-Undang Perlindungan Dta Pribadi yang solid pada tahun 2018 mendatang” pungkas Semmy

Buyer's Guide

Rekomendasi Smartphone Rp3 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Kebutuhan pengguna ponsel tidak hanya pada fitur kamera saja, kapasitas memori,...

5 Smartphone Oppo Dengan Layar Punch Hole  

Jakarta, Selular.ID – Tampilan layar smartphone menjadi semakin lega sekaligus menawan berkat mengusung konsep...

Oppo A15 Usung 3 Kamera, Harga Rp1 Jutaan

Jakarta, Selular.ID – Oppo secara resmi meluncurkan perangkat A15 di Indonesia. Oppo A15 tampil...

Samsung Galaxy A21s Kini Tampil dengan Warna dan Memori...

Jakarta, Selular.ID - Samsung Indonesia kembali menghadirkan varian baru dari Galaxy A21s. Perangkat lini...

7 Smartphone Xiaomi dengan Fast Charging Hingga 65W

Jakarta, Selular.ID – Bulan lalu kami menghadirkan panduan belanja tujuh smartphone Xiaomi dengan fitur...

5 Smartphone Oppo dengan Quad Camera Terbaik

Jakarta, Selular.ID -   Kamera kini menjadi salah satu fitur penting dalam memilih sebuah smartphone....

Artikel Terbaru

Kategori Terkait