Friday, November 15, 2019
Home News Market Update Gionee Tetapkan 13 Negara Jadi Tujuan Ekspansi

Gionee Tetapkan 13 Negara Jadi Tujuan Ekspansi

-

Jakarta, Selular.ID – Pembuat smartphone Gionee mengatakan akan memperluas ekspansi pada 2018, dengan fokus pada Asia Tenggara dan negara-negara sabuk dan jalan (belt and road countries), untuk meningkatkan kesadaran merek dan jangkauan globalnya.

Vendor asal China itu mengatakan bahwa pihaknya menetapkan 13 negara dengan potensi pertumbuhan tinggi sebagai target ekspansi. Yakni Nigeria, Myanmar, India, Nepal, Thailand, Indonesia, Kazakhstan, Georgia, UEA, Mesir, Kenya, Filipina dan Vietnam.

Pada 2017, vendor yang berbasis di China tersebut mengumumkan delapan smartphone layar penuh FullView, yang dikatakannya menandai sebagai “produsen ponsel pertama di dunia yang menawarkan teknologi layar tampilan FullView pada setiap produk dalam portofolionya.”

Salah satunya adalah S11 yang digadang-gadang dapat bersaing di pasar luar negeri. Dipersenjatai empat kamera, masing-masing 16MP dan 8MP di bagian depan, serta 16MP dan 5MP di bagian belakang, S11 menargetkan konsumen muda yang berpengaruh dan modis.

S11 menawarkan layar berukuran 5,99 inci, rasio 18: 9 dan didukung oleh prosesor MediaTek berukuran oktacore dengan RAM 6GB dan penyimpanan 64GB dengan slot ekspansi yang menjalankan platform berbasis Android 7.1 berbasis Amigo 5.0.

Di Indonesia sendiri, Gionee sudah resmi memperkenalkan produk baru di akhir Desember lalu. Salah satu produk andalan yang diluncurkan adalah M7 Power.

Smartphone ini dilengkapi dengan layar 18:9 FullView Display berukuran 6 inci, dengan baterai berkapasitas besar dan tahan lama, yakni 5.000mAh.

Selain layar dan baterai, Gionee M7 Power juga unggul dalam keamanan transaksi online berkat chipset security yang hanya tersedia di smartphone merek Gionee.

Didirikan sejak September 2002 di China, Gionee Communication Equipment Co. Ltd. adalah sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada riset dalam pengembangan perangkat-perangkat selular inovatif.

Dalam 15 tahun terakhir, Gionee telah tersedia di lebih dari 13 negara, termasuk Tiongkok, UAE, India, Nigeria, Mesir, Kenya, Nepal, Thailand, Myanmar, Kazakhstan, Filipina, Vietnam, dan Georgia.

Dengan lebih dari 40 juta ponsel yang terjual di Tahun 2016, Gionee kini memiliki kapasitas produksi hingga 100 juta unit per tahun.

Meski telah menjual puluhan juta unit ponsel, kiprah Gionee khususnya di China masih kalah dibandingkan dengan rival-rivalnya, seperti Huawei, Oppo, Vivo dan Xiaomi. Masuknya Gionee ke Indonesia juga menjadi pertaruhan, mengingat Oppo, Vivo dan Xiaomi, sudah memperkuat cengkraman mereka sejak empat tahun terakhir.

Ketiganya kini memperoleh market share yang signifikan. Berdasarkan laporan IDC per kuartal ketiga 2017, lima besar merk smartphone di Indonesia, adalah Samsung, Oppo, Advan, Vivo dan Xiaomi. Samsung bertengger di posisi puncak dengan perolehan market share 30%, menyusul di posisi kedua Oppo 25%. 

Tiga besar dibawahnya adalah Advan 8,3%, Vivo 7,5% dan Xiaomi 5,2%. Dua vendor terakhir, sukses menjegal Asus dan Lenovo yang sebelumnya berada di posisi empat dan lima.

Latest