Sunday, July 12, 2020
Home News Feature Ada Jejak Bondan Winarno di Indosat Ooredoo

Ada Jejak Bondan Winarno di Indosat Ooredoo

-

IMG-20171207-WA0021Jakarta, Selular.ID – Akhir November lalu, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan datangnya berita duka. Bondan Winarno yang lekat dengan kata “Maknyus”, sebuah program kuliner di stasiun televisi swasta yang identik dengan berbagai hidangan lezat ala street food, meninggal dunia pada Rabu (29/11) di RS Harapan Kita.

Sosok Bondan memang erat dengan dunia kuliner yang ia tekuni sejak awal 2000. Berawal dari menulis di rubrik pariwisata di sebuah media massa, ia mempelopori berdirinya komunitas wisata boga Jalan Sutra, hingga menjadi selebriti yang sering mengulas citra rasa masakan tradisional dan luar negeri.

Namun jauh sebelum menjadi pakar kuliner, pria yang pada April lalu genap berusia 64 tahun itu, adalah penulis kawakan. Ia sempat berprofesi sebagai jurnalis di berbagai media, pimpinan redaksi SWA (1984-1987) dan Suara Pembaruan (2001-2003).

Pengalaman panjang di bidang manajemen, politik, ekonomi dan investigasi, membuat Bondan dikenal sebagai jurnalis dengan kualifikasi kelas tinggi.

Selain sebagai jurnalis, Bondan juga penulis buku handal. Bersama Rudy Badil (wartawan Kompas), ia penyunting buku skenario “November 28” karya Teguh Karya untuk diterbitkan harian Sinar Harapan. Novelnya berjudul Josephine juga pernah diangkat ke layar perak, oleh sutradara almarhum Sophan Sophian, namun diadaptasi dengan judul “Tinggal Landas Sang Kekasih”.

Kualifikasi Bondan di bidang manajemen dan ekonomi, tercermin dari tulisan-tulisan kolom yang rutin dimuat di Majalah Mingguan Tempo. Kolom berjudul “Kiat” itu bahkan telah dibukukan dan tergolong best seller.

Menurut catatan penerbit Grafiti, “Seratus Kiat” jilid I, hingga 1996, sudah delapan kali naik cetak. Begitu pun dengan “Seratus Kiat” jilid II yang sudah dua kali naik cetak pada tahun yang sama, dengan oplah masing-masing 10.000-an eksemplar.

Jauh sebelum tulisan kolomnya itu dibukukan oleh penerbit Grafiti, Bondan sudah merintis penerbitan buku ber-genre studi kasus. Salah satunya bercerita tentang transformasi PT Pembangunan Jaya. Buku berjudul “Tantangan Jadi Peluang, Sukses dan Kegagalan PT Pembangunan Jaya Selama 25 Tahun”, terbit pertama kali pada 1986. Buku itu pun harus dicetak ulang, karena segera habis terserap pasar.

Pada 1996 atau 10 tahun setelah penerbitan buku itu, Grafiti kembali mendapat tawaran dari Bondan. Kali ini suami dari Yvone itu, menawarkan naskah buku berjudul “Manajemen Transformasi BUMN, Pengalaman PT Indosat”. Berbekal pengalaman-pengalaman sebelumnya, tentu saja pihak Grafiti tidak terlalu lama mempertimbangkan untuk menerbitkan buku yang mengulas tentang inside story Indosat.

Dalam synopsis buku setebal 360 halaman itu, Bondan menyebutkan bahwa Indosat adalah anomali. Pasalnya, sebagai BUMN, Indosat sukses membangun citra sebagai perusahaan yang tak pernah bermasalah, senantiasa menghasilkan keuntungan, dan selalu merupakan pembayar pajak terbesar di Indonesia. Pencapaian tersebut tak lepas dari transformasi berkelanjutan yang dapat dikatagorikan sebagai quantum of change.

Diakusisi oleh pemerintah RI pada awal 1981 dari ITT (International Telephone and Telegraph), kurang lebih 14 tahun kemudian, dari hasil penjualan setelah go public pada 1994, corporate value Indosat telah naik sekitar 80 kali lipat!

Menurut Bondan, Indosat adalah perusahaan yang morphing, terus-menerus beradaptasi melakukan tranformasi – selangkah di depan perubahan-perubahan yang mempengaruhi. Karena itulah, Indosat tak pernah melakukan tindakan drastis seperti turn around dan sebagainya.

Kini 21 tahun kemudian, semangat untuk terus bertransformasi tak pernah luntur, meski Indosat bukan lagi BUMN. Perusahaan bahkan mengubah nama menjadi Indosat Ooredoo, sebagai bagian dari transformasi menjadi perusahaan digital terkemuka.

Saya beruntung memiliki buku yang terbilang langka ini. Apalagi buku karya Bondan itu merupakan hadiah langsung dari Tjahjono Soerjodibroto, Direktur Utama Indosat (saat itu). Seusai sesi wawancara saya dengan beliau untuk program talk show “CEO Forum” di Radio Bisnis Pas FM, yang berlangsung di kantor pusat Indosat, Jakarta (16/7/1998).

Selamat jalan Pak Bondan. Karya-karyamu akan selalu menjadi inspirasi bagi siapa pun untuk selalu siap dengan segala tantangan dan menjalani kehidupan lebih baik.

Latest