Selular.ID -

Hal Yang Harus Kamu Ketahui Tentang USB Type-C

BACA JUGA

usb cJakarta, Selular.ID – Seiring perkembangan teknologi di lini ponsel, belum lama ini hadir sebuah teknologi fast charging. Pada dasarnya, teknologi ini sudah banyak hadir di ponsel dengan menggunakan USB Type-C sebagai media penyimpanan maupun pengisian daya.

USB Type-C atau yang seringkali disebut USB-C adalah spesifikasi USB untuk sebuah konektor yang mempunyai 24-pin dan bisa dibolak-balik untuk keperluan transfer file atau pengisian daya baterai. USB-C versi 1.0 pertama kali diperkenalkan oleh USB Implementers Forum dan diselesaikan pada bulan Agustus 2014 lalu.

Berkat kehadirannya, sekarang banyak perusahaan ponsel berlomba-lomba untuk memproduksi ponsel dengan menggunakan USB Type-C, yang mana akan membuat ponsel tersebut memiliki fitur fast charging. Selain fitur fast charging, USB Type-C ini diklaim dapat menaikkan kecepatan transfer file hingga 10 Gb per detik.

Namun, ada beberapa fakta yang meyebutkan bahwa USB Type-C ini masih memiliki kekurangan. Apa saja kekurangannya?

1. Banyak Beredar USB Type-C Palsu

Sekarang ini, banyak produsen aksesori pihak ketiga yang hanya mementingkan kuantitas dibanding kualitas. Yang pada akhirnya akan merugikan konsumen jika menggunakan produk yang dikembangkan oleh pihak tersebut.

USB-C memiliki rancangan yang berbeda dengan tipe USB lainnya. Pada dasarnya, USB Type-C lebih rumit dalam mengatur pengisian daya maupun transfer data. Jika para produsen pihak ketiga mengembangkan tipe USB-C tidak sesuai dengan aturan, maka secara tidak langsung akan merusak komponen yang ada pada ponsel kalian.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

2. Curangnya Produsen Pihak Ketiga

Demi meraup untung banyak tanpa memikirkan keselamatan konsumen, para produsen aksesori pihak ketiga nekat membuat USB-C tanpa standardisasi. Mereka hanya merubah ujung dari kabel micro USB biasa menjadi Type-C. Hal ini dapat merusak perangkat secara perlahan.

3. Belum Memiliki Standardisasi

Demi menjadikan produknya memiliki fitur yang bisa didapat dari USB Type-C, para produsen dengan “seenaknya” menonjolkan beberapa fitur yang fungsinya kurang baik dari USB-C itu sendiri.

Sebaiknya, para produsen ponsel membuat sebuah standardisasi umum yang dapat digunakan oleh produsen lain maupun pihak ketiga. Hal ini berguna agar USB Type-C yang beredar dipasaran memiliki spesifikasi yang sama, sehingga aman untuk digunakan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU