spot_img
BerandaNewsEfisiensi Biaya, Operator Telco Adopsi Open Source 

Efisiensi Biaya, Operator Telco Adopsi Open Source 

-

Jakarta, Selular.ID – Kehadiran layanan Over-The-Top (OTT) merupakan salah satu hal yang menjadikan kebutuhan akses data internet di Indonesia terus meningkat. Namun di lain sisi, operator merasa dirugikan karena tidak mendapatkan keuntungan yang signifikan dari akses layanan OTT pelanggannya.

Pendapatan operator dari segmen voice dan SMS semakin tergerus karena pelanggan semakin banyak berkomunikasi via layanan OTT. Umumnya kini layanan OTT merupakan salah satu alternatif untuk menekan biaya telepon dan video call. Demand terhadap bandwidth data terbilang eksponensial, namun di sisi lain ekpektasi terhadap biaya data diharapkan makin lama makin murah.

Menurut uraian Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia, investasi di telco tidak akan ada habisnya, seperti halnya konsumsi bandwidth yang juga tak pernah ada batasnya. Untuk efisiensi investasi, Ia menyebut bahwa perusahaan telco perlu mengadopsi software open source (sumber terbuka).

“Investasi di telco perlu proporsional. Open source akan mampu menekan biaya hingga setengahnya,” kata Rully, di saat group interview di Jakarta, Selasa (31/1/2017). Bila operator telco masih mempercayakan pendekatan secara tradisional maka biaya yang dikeluarkan akan tinggi dan membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu ketersediaan hardware.

Di Indonesia sendiri, semua operator telco sudah mengadopsi solusi open source dari Red Hat. Perusahaan menyajikan solusi-solusi inovatif seperti virtualisasi fungsi jaringan (NFV), migrasi cloud, dan penyimpanan software-defined. Rully menambahkan, biasanya klien-klien di telco menggunakan open source untuk mengelola core system.

Baca juga :  Apple Watch Series 7 Punya Layar Lebih Besar Ketimbang Pendahulunya

Fokus Red Hat di telekomunikasi masih kecil ketimbang key vertical lainnya. Kontribusi perusahaan telco masih 20 persen, bila dibandingkan layanan finansial (40 persen) dan sektor publik (40 persen). “Karena pemain telco kan memang sedikit daripada dua bidang lainnya,” katanya.

spot_img

Artikel Terbaru