Friday, June 5, 2020
Home News IDC dan Red Hat Ungkap Pertumbuhan Permintaan Aplikasi Mobile di Tiga Negara

IDC dan Red Hat Ungkap Pertumbuhan Permintaan Aplikasi Mobile di Tiga Negara

-

IMG_20170725_151937Jakarta, Selular.ID – Penyedia open source mengumumkan hasil survei mengenai adopsi mobilitas enterprise di tiga negara yakni Singapura, Malaysia dan Indonesia. Survei yang dilakukan oleh IDC atas dukungan Red Hat ini mencakup berbagai tanggapan dari 275 profesional Teknologi Informasi (TI).

Avinav Trigunait Associate Director for Enterprise Mobility Research IDC Asia Pacific menjelaskan hasil survei yang didaptkan dari survei itu adalah menemukan bahwa meskipun sejumlah besar responden menyatakan bahwa mereka telah memiliki strategi terkait mobilitas.

“Banyak dari mereka yang masih berusaha keras dalam hal proses, termasuk eksekusi. Selain itu survei tersebut juga mengungkapkan bahwa keterampilan khusus di bidang mobile termasuk sulit untuk diperoleh dan dikembangkan di Singapura, Malaysia dan Indonesia,” kata Avinav di Jakarta (25/07/17).

Lebih jauh Avinav menyebutkan hasil survei yang didapat diantaranya adalah, responden di Singapura, Malaysia dan Indonesia tengah beralih melampaui perangkat menuju mobilitas alur kerja, sebanyak 56% responden yang disurvei menganggap mobilitas penting bagi bisnis mereka. Sementara 40% berencana untuk fokus pada proyek-proyek terkait aplikasi mobile dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.

Kemudian permintaan akan aplikasi-aplikasi mobile di tiga negara tersebut sedang berkembang dimana integrasi sistem lama menjadi salah satu prioritas. Sebanyak 76% responden memiliki alokasi anggaran atau berencana untuk berinvestasi di proyek-proyek aplikasi mobile dalam 24 bulan ke depan. Sementara 58% berencana untuk menerapkan antara satu hingga lima aplikasi mobile dalam 24 bulan ke depan.

Sedangkan survei dari Indonesia berinvetasi dengan hati-hati dan berfokus pada pengalaman pelanggan. Dari survei itu sebanyak 37% responden menggangap mobilitas sebagai bagian dari strategi bisnis mereka. Namun berinvetasi dengan hati-hati karena keterbatasan sumber daya. Sementara itu 27% telah memiliki anggaran terkait aplikasi mobile yang merupakan presentase tertinggi di wilayah Asean, selain itu 26% berfokus pada peningkatan pengalaman pelanggan melalui inisiatif mobilitas mereka.

Sementara  hampir 50% responden meyakini bahwa perusahaan mereka memiliki keterampilan minimal atau standar untuk mendukung proyek-proyek mobile. Tantangan diakui oleh 60% responden dari Malaysia.

“Mobilitas enterprise tetap menjadi prioritas utama dalam rapat-rapat pimpinan sebagian besar wilayah Asia Pasifik, seiring perusahaan enterprise beegerak melewati tahap eksperimen dan mulai menjadikan mobilitas sebagai pendorong utama transformasi digital,” tutup Avinav.

TERBARU

Resmi di Indonesia, Ini Harga Samsung Galaxy A11 dan...

Jakarta, Selular.ID - Samsung kembali merilis produk smartphone terbarunya di Indonesia pada Kamis (04/06)....

EZVIZ C6N, Smart Camera dengan Harga Terjangkau

Jakarta, Selular.ID - EZVIZ menambah variasi jajaran produk terbarunya dengan memperkenalkan C6N, smart camera...

Traveloka Ajak Publik Berdonasi untuk Tenaga Medis

Jakarta, Selular.ID ─ Traveloka menginisiasi program yang memungkinkan para pengguna melakukan donasi untuk membantu...

Latest