Tuesday, October 27, 2020
Home News Policy LSP Telekomunikasi Sediakan Sertifikat Untuk Profesi di Jaringan Selular

LSP Telekomunikasi Sediakan Sertifikat Untuk Profesi di Jaringan Selular

-

IMG_20161207_183817
Jakarta, Selular.ID – Sejak Februari 2015, industri telekomunikasi di Indonesia, sudah mempunyai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang menyediakan jaminan kepada para pekerja yang kompeten di bidang Perencanaan Jaringan Selular.

Dengan begitu, perusahaan dan masyarakat bisa mempunyai “penjamin” jika seseorang yang bekerja di industri ini, memang orang yang berkompeten melakukannya.

Sertifikasi merupakan hal yang jamak di dunia ketenagakerjaan. Di negara maju, hampir setiap profesi, ada sertifikat resmi yang dikeluarkan oleh lembaga terafiliasi pemerintah.

Di Indonesia, belum semua profesi menyediakan sertifikasi, salah satunya pekerja di bidang jaringan telekomunikasi selular. Namun sejak pendirian LSP Telekomunikasi, yang diberi lisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), para tenaga kerja di industri ini mulai mendapat perhatian.

Bila Anda pekerja di bidang perencanaan jaringan selular, kini bisa mengajukan permohonan sertifikat ke LSP Telekomunikasi, untuk kemudian diuji oleh sejumlah Asesor, yang akan mengukur level kompetensi Anda.

Pengujian terdiri dari tes tertulis, praktik, dan pengalaman kerja. Jika lulus, sertifikat resmi dengan lambang Garuda, bisa Anda bawa pulang, dengan masa berlaku tiga tahun.

“Pada tanggal 1 sampai 3 November bulan lalu, kami sudah memberikan sertifikat untuk pertama kalinya, kepada 27 orang yang lulus tes di bidang Perencanaan Jaringan Selular,” ujar Bambang Priantono, Direktur Utama, LSP Telekomunikasi, kepada Selular.ID di Jakarta (7/12/2016).

Dengan selesainya serah terima sertifikat tersebut, Bambang menegaskan kesiapan lembaganya dalam melakukan uji kompetensi bagi seluruh pekerja di Indonesia.

“Dalam menyelenggarakan pengujian, kami sudah memiliki 44 Asesor. Jumlah itu lebih dari cukup untuk melakukan uji kompetensi seluruh pekerja di bidang jaringan selular,” terang Bambang.

Ada lima skema yang bisa dipilih para pemohon sertifikat, mereka adalah:
1. Perekayasa radio frekuensi
2. Perekayasa radio frekuensi junior
3. Perekayasa trafik
4. Perekayasa trafik junior
5. Perekayasa signaling

Semua skema di atas mengacu ke Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang dirancang oleh Kementerian Kominfo dan disahkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Selain untuk individu dan perusahaan yang mempekerjakan, Bambang memaparkan, keberadaan LSP Telekomunikasi tentu akan bermanfaat bagi banyak pihak.

Pertama, LSP akan menjaga kualitas performa industri, karena orang yang bekerja adalah mereka yang kompeten di bidangnya.

Kedua, LSP sangat bermanfaat untuk masyarakat, karena karya mereka akan berdampak langsung ke layanan masyarakat.

Ketiga, dalam kondisi pasar bebas dimana SDM bisa mengalir dari mana saja (negara lain), maka LSP bisa menjadi garda depan yang melindungi pekerja lokal yang kompeten.

LSP Telekomunikasi sendiri sifatnya terbuka untuk umum (mahasiswa, profesional) badan hukum-nya berbentuk PT (perseroan terbatas) yang dimiliki oleh sejumlah pemegang saham, di antaranya adalah Mastel (masyarakat telematika Indonesia) ATSI (asosiasi telekomunikasi seluruh Indonesia), YP2TI (yayasan penelitian & pengembangan telekomunikasi Indonesia), dan lain-lain.

Dengan stake holder yang terdiri dari komunitas terpercaya telco, menjadikan LSP Telekomunikasi paling ideal untuk industri.

Latest