Monday, June 24, 2019
Home Devices Ponsel Tizen Ini Laris Berkat Harga Di Bawah Rp1 Juta

Ponsel Tizen Ini Laris Berkat Harga Di Bawah Rp1 Juta

-

IMG_20161103_113247

Jakarta, Selular.ID – Serbuan smartphone berbasis Android di pasar Tanah Air menenggelamkan OS mobile lain yang kalah tenar. Sebut saja Symbian atau Bada. Saat ini, hanya segelintir orang saja yang masih menyimpan kenangan dengan sistem operasi tersebut.

Samsung kembali menjajal peruntungan menelurkan smartphone dengan sistem operasi buatan sendiri bernama Tizen OS. Produk low-end yang kini mengisi pasar smartphone bersaing dengan OS Android adalah Samsung Z2. Berdasarkan blusukan redaksi Selular.ID ke ITC Fatmawati, Jakarta, Selasa (22/11/2016), Samsung Z2 termasuk jajaran produk laris di sejumlah gerai ponsel di sana.

Samsung Z2 ini tergolong murah untuk ukuran ponsel Samsung dengan spesifikasi ponsel 4G ber-prosesor quad-core dan RAM 1GB. Harga resminya adalah Rp899.000.

Dengan harga di bawah Rp1 juta, Samsung akan banyak bergantung kepada konsumen pemula yang memang baru akan berpindah dari feature phone, atau budget-nya masih terbatas. Di sinilah kekuatan Samsung, brand image yang sudah menancap baik ditambah promosi yang cukup gencar di televisi, tepat menyasar pada segmen pengguna ini.

“Biasanya, orang dengan budget terbatas, akan memaksakan diri membeli smartphone dengan merk yang sudah terkenal. Dengan alasan supaya tidak cepat rusak, atau kalaupun rusak maka mudah menemukan tempat service-nya,” ungkap Sari, penjaga toko di Avega Pro.

Sayangnya, Samsung Z2 tidak bisa mengakses sejumlah media sosial terkenal seperti Twitter, Path, dan BlackBerry Messenger (BBM).

“Orang beli Samsung Z2 untuk jadi second phone (ponsel kedua), misalnya hanya untuk telpon dan SMS, atau tethering saja. Setidaknya bisa WhatsApp sudah cukup kok,” ujarnya.

Hampir seluruh outlet di ITC Fatmawati memajang produk Samsung Z2 di etalase mereka masing-masing. Menjelang akhir tahun, mereka memprediksi ponsel ini akan tetap banyak peminat.

“Punya ponsel Android kan sudah mainstream. Nah, sekarang banyak pengguna yang ingin coba-coba OS lain meskipun gak ada perbedaan mencolok (dengan Android),” kata Selly, salah seorang penjaja di toko Indo Cell 97.

Latest