Wednesday, November 20, 2019
Home News Dengan SmartHome dan SmartThings, Samsung Perkuat Kolaborasi Berbagai Perangkatnya

Dengan SmartHome dan SmartThings, Samsung Perkuat Kolaborasi Berbagai Perangkatnya

-

samsung_smarthingsJakarta, Selular.ID – Bertekad menjaga posisinya sebagai pemimpin pasar produk elektronik di Indonesia, Samsung terus melakukan inovasi dan kolaborasi dari berbagai lini produknya. Sehingga terbentuk ekosistem berbagai perangkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan di masa depan. Antara lain lewat pengembangan konsep SmartHome dan teknologi SmartThings.

Kedigdayaan Samsung di ranah produk komunikasi, terutama smartphone, belum tergoyahkan. Meski demikian vendor asal Negeri Ginseng ini mencoba untuk memperluas pasarnya dengan mengembangkan konsep SmartHome. Konsep yang berbasiskan teknologi Interent of Things (IOT), diberi nama dengan teknologi SmartThings. Samsung SmartThings merupakan perangkat – perangkat rumah tangga yang dikembangkan untuk menunjang konsep SmartHome. Di mana terdiri dari perangkat seperti Starter Kit, Hub, Motion Sensor, Multi Sensor dan Power Outlet.

smart_home

Berbagai perangkat tersebut yang menjadi media penghubung antar berbagai produk elektronik di rumah yang bisa dikontrol secara remote melalui perangkat mobile, smartphone maupun tablet. Contohnya, TV yang bisa dikontrol atau diatur mematikan atau menghidupkan melalui smartphone. Atau lampu rumah yang otomatis mati ketika penghuni meninggalkan rumah, dan otomatis nyala ketika tiba di rumah. Begitu juga dengan pengontrolan kamera CCTV di rumah dari jarak jauh. Dan berbagai aktifitas lainnya.

Untuk jalur penguhubungnya, Samsung juga mengembangkan teknologi protokol baru, di luar Bluetooth atau WiFi, yaitu Zigbee dan Zigwave. Protokol ini pun bersifat open sehingga bisa dikembangkan dan digunakan bebas dan oleh brand lain. Selain itu Samsung juga menjalin kerjasama dengan Osram dalam produksi bohlam yang mensuport teknologi SmartThings.

Menurut Jo Semidang, Corporate Marketing Director Samsung Electonics Indonesia, konsep SmartHome berbasiskan teknologi SmartThings saat ini fokus pada masalah konsumsi energi dan keamanan. “Dengan penerapan SmartHome, maka konsumsi energi di rumah bisa dihemat. Selain itu faktor keamanan juga bisa lebih dikontrol” tambahnya.

Masih menurut Jo, konsep SmartHome sudah dikomersilkan di Amerika. Di mana satu set perangkat pengontrolan (Starter Kit, Hub, Motion Sensor, Multi Sensor dan Power Outlet) dijual seharga US$ 250. Untuk Indonesia, Jo mengatakan masih dalam tahap pengembangan. “Paling cepat akan diimplementasikan pada tahun 2017” ujarnya. Jo menambahkan, masalah koneksi internet cepat yang belum stabil di Indonesia menjadi salah satu pertimbangan Samsung. Di mana Samsung tidak ingin masalah ini justru membuat pengalaman penggunaan konsep SmartHome menjadi kurang memuaskan.

Lebih lanjut Jo menjelaskan nantinya untuk tahap awal, konsep SmartHome ini akan menyasar pasar property. Jo mengaku hingga saat ini sudah banyak permintaan dari pengembang properti untuk penyediaan konsep SmartHome. “Konsep SmartHome ini nantinya akan menjadi salah satu benefit yang ditawarkan pengembang property kepada calon pembeli” ujarnya.

 

Latest