Wednesday, July 15, 2020
       
Home News Kerap Jadi Sarana Provokasi, Kapolri Minta Server Medsos Ada di Indonesia

Kerap Jadi Sarana Provokasi, Kapolri Minta Server Medsos Ada di Indonesia

-

datacenter editJakarta, Selular.ID –  Dengan kemampan viralitasnya, media sosial (Medsos) seringkali digunakan untuk menyebarkan informasi. Sayangnya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, medsos kerap dijadikan sarana untuk menyebar informasi yangtidak benar (hoax) ataupun yang bersifat provokasi.

Kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara menjadi salah satu contoh kerusuhan yang disinyalir disebabkan meluas karena adanya provokasi di media sosial.

Menanggapi hal ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan akan bekerjasama dengan Kementrian Kominfo RI. “Saya akan melakukan koordinasi dengan Menkominfo bagaimana untuk pengawasan media sosial, Twitter, Facebook, dan lain-lain yang dengan mudah orang-orang menyebarkan sehingga viral,” kata Tito seperti banyak diberitakan di media.

Tito juga mengaku telah menyiapkan beberapa opsi, salah satunya adalah dengan meminta provider internasional untuk server ke Indonesia.

“Dengan memindahkan sever di sini misalnya, sehingga kita bisa mengantisipasi isu-isu provokasi yang mudah sekali menyebar melalui medsos,” jelasnya.

Kewajiban memiliki data center di Indonesia sendiri sebenarnya sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaran Sistem dan Transaksi Elektronik yang merupakan pelengkap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 11 Tahun 2008.

Namun demikian, menurut Rudiantara, Menkominfo RI, tidak bisa hanya karena alasan kedaulatan, semua server perusahaan asing harus ditempatkan di Indonesia. Menurutnya, ada beberapa sektor yang secara fisik (server) harus di sini (Indonesia). Ada pula yang lain yang tidak harus di sini.

Ia mencontohkan beberapa sektor yang harus berada di Indonesia, seperti sektor pertahanan dan sektor yang berkaitan dengan keuangan. Jika tidak menyangkut keamanan dan kepentingan nasional, tidak harus ada server di Indonesia.

“Untuk apa ada teknologi cloud computing? Teknologi itu menembus batas negara,” ujar Rudiantara.

Menurut dia, penempatan server bagi industri harus dipilah lagi, mana yang harus di Indonesia, dan mana yang tidak. Jika industri tersebut bersifat komersial, maka ujung-ujungnya adalah efisiensi atau perhitungan untung rugi.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest