BerandaHeadlineMotif dan Strategi TrueMoney Ekspansi Ke Indonesia

Motif dan Strategi TrueMoney Ekspansi Ke Indonesia

-

image

Jakarta, Selular.ID – Pangsa uang elektronik dibandingkan transaksi tunai masih kecil, namun pertumbuhan uang elektronik diprediksi akan terus meningkat. Khususnya karena masyarakat semakin sadar bahwa dengan menggunakan uang elektronik maka transaksi sehari-hari lebih praktis dan cepat.

Penyedia layanan pembayaran elektronik di Indonesia pun mulai bertumbuh seiring gencarnya gerakan mendorong nontunai. Sudah ada lebih  20 perusahaan yang telah memegang lisensi dari Bank Indonesia (BI).

BI mendefinisikan uang elektronik sebagai segala jenis uang yang tersimpan di sebuah sistem seperti server atau chip. Benda tersebut digunakan oleh konsumen sebagai layanan e-wallet ataupun kartu prabayar.

Baru menjejakkan cakar bisnisnya di Tanah Air, TrueMoney melihat potensi yang besar untuk menggarap community cashless. Apalagi bila melihat data bahwa 72 persen (135 juta jiwa) orang Indonesia tidak memiliki rekening bank, dimana pada tahun 2014 tercatat ada sekitar 60 juta rekening saja.

“Bila satu orang punya dua atau tiga akun bank, maka hanya ada 20 juta rekening saja. Ini berarti masih ada 115 juta orang yang bisa digarap. Potensinya sangat besar,” kata Joedi Wisoeda, Country Director Ascend Indonesia.

Baru enam bulan di pasar dalam negeri, layanan e-money asal Thailand ini mengaku sudah mengantongi strategi demi bersaing dengan penyedia layanan e-money lainnya seperti perbankan dan telco. Yakni salah satunya dengan culture approach.

“TrueMoney memakai pendekatan budaya-budaya yang ada di Indonesia. Serta continuity mengetahui keinginan di level low-mid,” ucap Joedi.

Artikel Terbaru