Beranda Headline Anak Indonesia Alami Cyber Bullying?

Anak Indonesia Alami Cyber Bullying?

-

norton-symantecJakarta, Selular.ID – Seiring teknologi yang semakin terjangkau oleh masyarakat luas, anak-anak semakin nyaman berinteraksi melalui perangkat mobile seperti smartphone atau tablet. Melindungi anak di dunia online harus sudah menjadi prioritas utama orangtua modern saat ini.

Perusahaan yang bergerak di bidang keamanan cyber Symantec, hari ini (2/6/2016) merilis temuan dari Norton Cyber Security Insight Report, yang menyoroti kekhawatiran orangtua tentang anak-anak mereka di dunia online. Diungkapkan, anak-anak merupakan jalur paling lemah dalam keamanan cyber keluarga.

Cyberbullying, predator online, dan masalah keamanan privasi, adalah sebagian masalah terbesar orangtua di Indonesia seiring bergesernya aksi bullying dari taman bermain ke ranah online.

Laporan survei dari 1000 responden menemukan bahwa 37 persen orangtua modern/milenial di Indonesia yang disurvei percaya bahwa anak-anak mereka lebih mungkin untuk diintimidasi di dunia online dibandingkan di tempat bermain. Sebanyak 68 persen khawatir anak-anak mereka akan membeberkan informasi pribadi terlalu banyak kepada orang asing.

Kekhawatiran utama bagi orangtua di Indonesia, adalah anak mereka akan tertarik untuk bertemu dengan orang asing di luar (69 persen).

Survei juga menemukan bahwa 61 persen orangtua khawatir jika anak mereka akan diintimidasi secara online dibandingkan anak mereka yang berperan sebagai pengganggu di dunia maya (55 persen).

Choon Hong Chee, Director Norton, Consumer & Small Business untuk kawasan Asia, memaparkan hampir semua orangtua yang menjadi responden dalam survey perusahaan (98 persen), khawatir tentang keselamatan aktivitas online anak mereka, khususnya bagaimana tindakan mereka akan memberikan dampak pada keluarga.

Lebih dari setengah orangtua di Indonesia (56 persen) khawatir anak mereka akan menempatkan seluruh keluarga dalam bahaya. Serta, 7 dari 10 orangtua (73 persen) mengatakan bahwa anak mereka telah mengalami kejahatan online.

“Seiring tarif operator dan harga smartphone yang kian affordable, orangtua harus lebih proaktif dalam mendidik anak-anak mereka tentang keamanan online,” ujar Chee.

Guna mengurangi kekhawatiran di atas, sebaiknya orangtua melakukan pencegahan untuk melindungi anak-anak mereka ketika beraktivitas online, seperti membatasi akses ke situs web tertentu, mengizinkan akses internet dengan pengawasan, memeriksa riwayat browser mereka, serta membatasi  informasi yang dipasang di profil sosmed.

Artikel Terbaru