spot_img
BerandaHeadlineMenkominfo Ngotot Tarif Interkoneksi Turun 10 Persen

Menkominfo Ngotot Tarif Interkoneksi Turun 10 Persen

-

Menkominfo Rudiantara (Foto: Hendra/Selular.ID)
Menkominfo Rudiantara (Foto: Hendra/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID  – Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan Informatika berencana menurunkan tariff interkoneksi operator selular. Rudiantara, Menkominfo RI berharap tariff ini dapat turun 10 persen dari Rp250 menjadi Rp225.

Namun demikian Rudiantara belum dapat memastikan besaran angka penurunan tariff interkoneksi tersebut dan bagaimana perhitungannya. “Saya bilang minimal turun 10 persen tapi masih harus dibicarakan lagi. Biaya interkoneksi ini setiap dua tahun di-review, sudah dua kali hanya single digit turunnya,” jelasnya.

Penurunan tariff interkoneksi ini diharapkan Rudiantara dapat membuat industry lebih efisien dan dapat dirasakan benefitnya oleh masyarakat dengan turunnya tariff ritel. Sekedar informasi, ketika tariff interkoneksi mengalami penurunan selama ini tidak diikuti dengan penurunan tariff ritel sehingga masyarakat tidak merasakan manfaatnya.

Biaya interkoneksi ini sendiri merupakan salah satu komponen tarif ritel, selain biaya promosi atau produksi dan margin keuntungan. Ini menjadi biaya yang dibayarkan oleh tiap operator saat pelanggan menggunakan layanan berupa voice dan SMS. Selisih biaya interkoneksi inilah yang selama ini menjadi sumber pendapatan bagi operator.

Selama ini, tarif interkoneksi masih menggunakan metode simetric alias dibebankan secara sama ke semua operator, baik dari sisi jumlah pelanggan, infrastruktur dan lain sebagainya . Penggunaan metode inilah yang menimbulkan perdebatan mengingat tidak semua operator melaksanakan kewajibannya untuk membangun jaringan.

Jika dilihat berdasarkan data yang ada jumlah kepemilikan BTS masing-masing operator, Telkomsel memiliki BTS paling banyak sebanyak 103 ribu BTS, Indosat Ooredoo 60 ribu BTS sedangkan XL Axiata hanya 58 ribu BTS.

Baca juga :  Dengan Teknologi UWB Smartphone Samsung bisa jadi Kunci Mobil

Dalam Peraturan Menkominfo No.8/2006 yang menjadi payung hukum dalam penentuan tariff interkoneksi menjamin pelaksanaan interkoneksi yang transparan, non-disriminatif dan mengedepankan prinsip cost-based (sesuai biaya) yang dipandang lebih adil bagi para penyelenggara yang berinterkoneksi.

Sedagkan untuk tariff ritel sendiri yang juga diharapkan turun menurut I Ketut Prihadi Kresna, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) masih didiskusikan. Tariff rtel ini aka nada formulanya khususya untuk off net.

Baca juga :  Dengan Teknologi UWB Smartphone Samsung bisa jadi Kunci Mobil

“Untuk tariff ritel kemungkinan penentuan tariff atas dalam bentuk rasio bukan angka exact, khususnya untuk tariff ritel off net,” jelasnya.

Lebih lanjut Ketut belum dapat memastikan kapan keputusan final penurunan tariff interkoneksi ini akan diumumkan. “Setelah semua ok baru akan kami undang para operator, setelah itu baru racangan peraturan menterinya akan kami upload untuk konsultasi public. PM No.8/2006 akan diganti,” pungkasnya.

spot_img

Artikel Terbaru