Sunday, December 8, 2019
Home News Menangkap Peluang Pasar Wisatawan Tiongkok, Pemerintah Gandeng Baidu

Menangkap Peluang Pasar Wisatawan Tiongkok, Pemerintah Gandeng Baidu

-

image

Jakarta, Selular.ID – Baidu mendapat apresiasi oleh pemerintah khususnya Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika mengenai langkah bisnis Baidu dalam pengembangan ekonomi berbasis internet melalui c-commerce 3.0 dan pariwisata.

Dalam keterangan resminya Rudiantara menyebutkan Baidu akan mengembangkan talent Indonesia untuk mengembangkan aplikasi e-commerce 3.0. Baidu juga akan mengembangkan aplikasi-aplikasi untuk mendukung peningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Rudiantara menambahkan bahwa 2019, Indonesia menargetkan 10 juta wisatawan asal Tiongkok dengan potensi uang berputar per tahun sekitar USD 10 miliar, Rudiantara mengharapkan Baidu bangun dulu platform sebelum target itu terealisasi.

“Baidu beserta Kemkominfo dan Badan Ekonomi Kreatif, telah bertemu untuk mewujudkan rencana tersebut melalui Program Grow Local, Go Global,” Ujar Rudiantara dalam keterangan resminya (15/09/15).

Sementara itu, Bao Jianlei Direktur Baidu Indonesia sebelumnya mengatakan, saat ini startup di Indonesia menghadapi sejumlah kendala dalam menembus akses pasar di luar negeri. Adapun hambatan tersebut disebut Bao Jianlei yakni hambatan dalam akses pendanaan, pengadaan infrastruktur, keterbatasan teknologi serta ketiadaan riset pasar. “Melalui sumber daya yang dimiliki Baidu, kami ingin mengurangi hambatan-hambatan tersebut,” kata Bao Jialey.

Bao Jianlei menambahkan, Baidu rencananya akan menyediakan dana USD 1 juta dalam bentuk investasi pemasaran dan teknologi yang disediakan melalui berbagai platform yang dimilikinya. Baidu juga akan membangun infrastruktur kerja bagi startup di tiga kota, Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Program itu nantinya menyasar pengembangan startup dan aplikasi untuk menangkap peluang pasar wisatawan Tiongkok yang akan berkunjung ke Indonesia.

Baidu menargetkan dapat berkontribusi sebesar 600 ribu wisatawan China, atau 18% dari target pemerintah Indonesia pada 2016 melalui berbagai aplikasi yang dimilikinya. Baidu juga menargetkan dalam tahun pertama program ini akan ada 300 startup. Dengan rata-rata startup menghasilkan 5 aplikasi maka akan ada 1.500 aplikasi untuk program go local dan untuk program go global akan diambil 15 startup yang paling baik, pungkas Bao Jianley.

Latest