Beranda Chatting Produk Yang Memahami Pengguna

Produk Yang Memahami Pengguna

-

Henry-Hsu-1
Henry Hsu – Chief Operating Officer Consumer Business Group, Huawei Southern Pacific Region

Banyak orang lebih mengenal Huawei sebagai vendor jaringan. Tidak heran, karena itulah yang menjadi business core perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini sebelumnya. Namun sejak beberapa tahun belakangan, Huawei mulai merambah bisnis layanan enterprise dan juga atau consumer product. Di bisnis consumer product, Huawei ternyata juga mampu meraih sukses. Padahal vendor ini baru berkecimpung beberapa tahun. Apa yang menjadi strategi Huawei hingga mampu meraih sukses? Selular berkesempatan mewawancari secara eksklusif Henry Hsu, Chief Operating Officer Consumer Business Group Huawei Southern Pacific Region.

Di pasar perangkat, Huawei sekarang lebih agresif. Strategi seperti apa yang dijalankan?
Mungkin saya akan mulai dengan struktur dari Huawei yang terbagi atas tiga divisi. Yaitu divisi Network, Enterprise dan Consumer. Kebanyakan orang ketika mendengar Huawei atau melihat logo Huawei, yang terfikirkan hanya divisi Network. Wajar saja, karena memang Huawei sudah meng-cover 170 negara, dan kami melayani sepertiga dari populasi dunia. Ada lebih dari 2.1 miliar orang menggunakan jaringan Huawei setiap hari. Untuk di Indonesia, Huawei di sini dinilai sebagai operasi terbesar untuk negara di luar Cina.

Tetapi ketika berbicara mengenai consumer product, ponsel contohnya, kebanyakan orang kurang mengetahui Huawei. Kenapa? Sejak 2002 ketika kami mulai memproduksi ponsel, kami bekerjasama dengan operator. Jadi ponsel diberi merek operator, misalnya Esia, tapi sebenarnya itu buatan Huawei. Karena operator memesan kepada Huawei. Jadi sebenarnya pengguna sudah mengetahui kualitas dari produk Huawei.

Selama lebih dari 13 tahun Huawei bekerjasama dengan operator, produk Huawei tidak pernah mengecewakan operator. Ini karena pengguna juga merasa puas dengan kualitas ponsel Huawei. Dan hal itu juga membuat operator senang dan memutuskan terus bekerjasama dengan Huawei.

Nah, sejak tiga tahun lalu Huawei memutuskan untuk menghadirkan ponsel dengan merek sendiri. Dan sejak 2012 Huawei pun mulai meluncurkan ponsel merek kami sendiri. Dan setelah tiga tahun, kami dengan bangga menyatakan kini Huawei menjadi vendor ponsel terbesar ketiga di dunia. Itu berdasarkan data dari IDC report Juli 2015, di mana Huawei sekarang menguasai 9% pangsa pasar ponsel global. Ini menandakan dari sisi pemasaran produk Huawei kini posisinya sangat kuat.

Bagaimana dengan pasar Indonesia?
Di Indonesia ketika Huawei mulai memasarkan produk dengan merek sendiri sekitar setahun lalu, pada awalnya kami hanya mengeluarkan smartphone untuk kelas low end. Dan sekarang Huawei mulai meluncurkan produk untuk segmen lainnya di pasar di Indonesia.

Seperti diketahui sekitar tiga tahun lalu, pengguna ponsel di Indonesia adalah kebanyakan menggunakan feature phone. Tapi sekarang jumlahnya mungkin hanya 50%, sisanya kini sudah didominasi oleh smartphone. Semakin banyak pengguna yang migrasi ke smartphone. Hal ini juga didukung oleh operator yang berupaya memigrasi penggunanya dari 2G ke 3G.

Berbicara mengenai consumer product, produk apa saja yang dipasarkan oleh Huawei?
Huawei memiliki tiga segmen produk, yaitu Smartphone, Home Device dan Mobile Device. Produk Home Device misalnya Routers. Dan untuk produk mobile broadband seperti Router, Huawei menjadi nomor satu di pasar global untuk delapan tahun belakangan. Nah ini, pengguna sebenarnya juga sudah mengenal Huawei sebagai produsen Mobile Wifi terbesar.

Di Indonesia kami mulai mengeluarkan smartphone sendiri sekitar setahun lalu. Awalnya kami baru memasarkan beberapa ribu unit dalam sebulan. Tapi sekarang Huawei berhasil memasarkan lebih dari 100 ribu unit smartphone per bulan.

Belakangan, selain smartphone, Huawei pun juga mulai mengeluarkan produk wearable device. Huawei mengeluarkan Earset dengan nama seri N1. Yang menarik, Earset dengan fitur Noise Cancelation ini bisa juga dibentuk menjadi sebuah kalung.

Wearable device kedua yang kami luncurkan yaitu Smartwatch dengan seri B2, yang hadir dalam dua desain, eksekutif dan sport. Beberapa fitur yang ada di smartwatch ini antara lain bisa menghitung langkah kaki pengguna, jumlah jam tidur hingga jumlah kalori yang terbakar.

Manusia standarnya harus melangkah minimal 10 ribu langkah setiap hari. Jika di bawah itu ada Smartwach B2 ini akan memberikan alert yang menyatakan Anda kurang sehat. Atau sebaliknya jika melebihi, maka akan ada ucapan selamat dari Smartwatch ini. Selain itu ada fitur security, yang terhubung ke smartphone. Jadi jika terpisah dari smartphone lebih dari 5 meter, maka akan ada vibrate atau getaran di smartwatch ini. Yang menarik Smartwatch B2 ini juga bisa dilepas dari talinya untuk dijadikan Bluetooth Earset. Ini bagus untuk pengguna yang perlu berkomunikasi saat berkendara.

Produk wearable device lainnya, yaitu Watch. Ini adalah smartwatch namun dengan bentuk seperti arloji biasa. Ini mengakomodasi pengguna yang enggan menggunakan smartwatch karena bentuknya tidak seperti arloji favoritnya. Semua fitur yang ada di smartwatch B2 ada di Watch. Plus ada fitur baru lainnya, yaitu bisa mengukur detak jantung. Selain itu ada 32 tampilan jam yang bisa dipilih sesuai selera. Juga ada fitur untuk merekam data kegiatan olahraga lari, bersepeda hingga hicking. Untuk menambah kemewahan Watch, juga disediakan pilihan tali  jam yang berbeda-beda.

Untuk smartphone, yang terbaru Huawei baru saja mengeluarkan Huawei P8. Smartphone untuk kelas middle-high. Di mana di dalamnya ada berbagai fitur canggih. Seperti Perfect Selfie yang berfungsi mempercantik tampilan muka secara otomatis. Selain itu ada fitur Intelligent Voice, fungsinya ketika kita lupa di mana meletakan smartphone, cukup memanggil dengan suara, maka smartphone akan menjawab dengan suara, ringtone dan getaran. Teknologi ini pertama kali digunakan oleh Huawei. Selain itu yang menjadi keunggulan P8 yaitu fitur kameranya yang dilengkapi fasilitas menarik, salah satunya Photo Light Painting yang bisa menangkap gerakan cahaya.

Bagaimana Cara Huawei bisa menemukan berbagai fitur unik itu?
Huawei senantiasa memahami apa yang menjadi kebutuhan dan gaya hidup pengguna. Itu yang Huawei lakukan. Kami menghabiskan lebih dari 10% dari pendapatan untuk research and development. Huawei memiliki 70 ribu engineer yang terus mencari teknologi terbaru apa yang bisa dikembangkan.

Tidak hanya sisi teknologi. Kami juga melakukan analisa dari pasar. Apa yang menjadi kebtuhan dan kemauan dari pengguna. Gaya hidup seperti apa yang sedang digandrungi. Jadi ketika kami meluncurkan produk, apa yang dibawa produk itu bisa benar-benar bermanfaat bagi pengguna. Di Huawei kami menyebutnya ‘Make It Possible’. Jadi fitur yang kami luncurkan membawa keuntungan dan membuat hidup pengguna makin meningkat, lebih efisien dan semakin nyaman.

Selain fitur canggih, apalagi yang dikedepankan Huawei pada produknya?
Bagi saya gadget sekarang lebih dari sekedar teknologi. Meski produk smartphone berfitur bagus, tapi jika desain tampilannya tidak bagus, fungsinya tidak sesuai kebutuhan, maka pengguna tidak akan memilihnya. Jadi setiap produk yang diluncurkan harus benar-benar yang dibutuhkan pengguna.

Fitur yang canggih itu bagus, tapi fitur yang menguntungkan dan dibutuhkan pengguna itu juga penting. Misalnya fitur baterai yang bisa bertahan lama, itu bagus. Tapi fitur fast charging yang bisa men-charge baterai lebih cepat, itu juga tak kalah penting dan berguna.

Anda sendiri, bagaimana dalam menggunakan dan memanfaatkan produk Huawei dengan berbagai fiturnya di kehidupan sehari-hari?
Saya sering sekali melakukan travelling. Saya habiskan 22 hari setiap bulannya di hotel yang berbeda, saya tinggal di 7 hotel berbeda setiap bulan. Ini bagian dari tugas saya untuk mengunjungi beberapa negara.

Dengan aktifitas yang padat, saya berusaha menjalani hidup dengan lebih nyaman. Salah satunya dengan memanfaatkan gadget. Saya menggunakan Smartwatch B2, dan salah satunya memanfaatkan fitur untuk menghitung waktu tidur. Ini karena tidak ada orang lain, atau orang lain tidak ada yang bisa memantau tidur saya. Dengan menggunakan gadget ini serasa memiliki asisten pribadi, jadi kita bisa mengetahui apakah waktu tidur kita sudah cukup atau malah kurang.

Gadget lain yang tidak bisa saya tinggalkan yaitu powerbank. Dan saya menggunakan Powerbank Huawei. Selain itu, saya juga menggunakan tablet Huawei Mediapad. Ini karena saya hobi menonton film. Di tengah kesibukan, saya tetap menyempatkan menonton film favorit. Cukup dengan mengunduh dan menontonnya di layar lebar gadget ini. Di mana Huawei Mediapad memiliki layar luas yang tajam namun tidak membuat mata lelah. Ditambah memiliki speaker dengan suara berkualitas baik.

Henry-Hsu-2Berbicara mengenai persaingan. Saat ini beberapa vendor lainnya asal Cina mulai masuk ke pasar Indonesia. Bagaimana Huawei menyikapinya?
Saya bicara dari pengalaman Huawei selama setahun belakangan di pasar Indonesia. Ada dua cara vendor masuk ke Indonesia, khususnya ke open market. Pertama dengan cara menunjuk distributor nasional, lalu biarkan distributor itu menjual produknya ke master dealer. Nah, master dealer ini akan mendistribusikan produk ke area pasar yang mereka mau.

Huawei memilih cara yang kedua, yaitu dengan langsung ke retailer. Huawei menginginkan retailer yang berkualitas yang sejalan dengan visi Huawei. Jadi kami bangun hubungan yang baik ke para retailer. Kami tingkat penjualan bersama-sama dengan retailer. Dari situ kami coba mengedukasi pengguna tentang produk kami.

Kompetitor akan selalu ada. Namun belakangan ini kami melihat beberapa kompetitor agresifitasnya mulai mengendur. Bahkan ada yang mengalami penurunan yang drastis. Lalu ada pula kompetitor yang menjual produknya dengan harga tinggi atau over price. Padahal pengguna saat ini sudah semakin pintar. Harga tinggi jika fiturnya tidak bagus atau tidak berguna maka tidak akan dibeli.

Huawei sendiri percaya pada price vs benefit to customer. Huawei juga mencoba menjaga interest dari pengguna. Ketika pengguna tahu produk Huawei bagus, value for money, dan merupakan merek internasional , maka mereka akan tertarik untuk membeli. Huawei punya produk berkualitas tinggi, fitur yang bagus dan harga tidak murah tapi affordable. Jika pengguna mengerti akan hal itu, kami yakin mereka akan tertarik. Dan ketika pengguna puas saat menggunakan produk Huawei, mereka akan menyarankan ke rekannya, hingga menjadi viral word of mouth.

Itulah mengapa Huawei terus tumbuh, dari 10 ribu pengguna pada awalnya kini sudah menjadi ratusan ribu pengguna hanya dalam 6 bulan di Indonesia. Dan ke depannya kami yakin masih akan tumbuh, karena market share Huawei masih single digit. Jadi pangsa pasar masih sangat potensial.

Bagaimana menurut Anda mengenai pasar 4G di Indonesia yang saat ini sedang mulai tumbuh?
Kami senang semua operator kini berevolusi ke 4G. Dan kami support. Berbicara mengenai 4G LTE , Huawei menjadi pemain besar di bisnis ini. Karena dari sisi teknologi dan produk Huawei , sudah banyak digunakan di berbagai negara. Saya yakin makin banyak pengguna yang akan beralih ke 4G. Operator sendiri juga mempercepat migrasi pengguna dari 2G ke 3G. Dan yang sudah menggunakan 3G akan diajak migrasi ke 4G. Dan sekali lagi, Huawei akan men-support itu semua.

Apa pendapat Anda mengenai peraturan dari pemerintah Indonesia soal aturan Tingkat Kandungan Dalam Negeri?
Huawei hormati apa yang ditetapkan pemerintah. Dan kami akan mengikuti semua peraturan yang ada. Huawei pun sudah mulai melaksanakan aturan TKDN. Kami akan segera meluncurkan smartphone pertama Huawei yang diproduksi di Indonesia, yaitu Huawei Honnor 4x. Smartphone 4G ini rencananya akan diluncurkan dalam waktu dekat, atau sekitar akhir November.

Artikel Terbaru