Beranda News E-Commerce Pelaku Industri Lokal Tak Permasalahkan Aturan Pajak E-commerce

Pelaku Industri Lokal Tak Permasalahkan Aturan Pajak E-commerce

-

Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce
Ilustrasi aturan pajak untuk e-commerce

Jakarta, Selular.ID – Perdagangan melalui sistem transaksi elektronik (e-commerce) mulai ‘seksi’ di Indonesia. Dengan semakin pesatnya perkembangan e-commerce, maka pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan sehubungan dengan industri ini, salah satunya adalah Pajak Penghasilan (PPh) untuk bisnis e-commerce. Aturan pajak sengaja dibuat untuk mengatur peredaran e-commerce asing, yang masih belum tersentuh pajak.

Di pihak lokal sendiri, mengaku tak keberatan dengan aturan wajib pajak. Saat Selular.ID temui dalam forum bulanan MarkPlus Center Economy & Business, sejumlah pelaku e-commerce seperti Tiket.com, EzyTravel, dan Bukalapak, malah mendukung peraturan pemerintah tersebut. Asal dengan catatan, pemerintah tak hanya konsen di penarikan pajak, tapi turut mendorong peran para stakeholder.

“Tidak masalah berapa persen pajak, tapi bangun dulu ekosistemnya,” ujar Yusi H. Obon, Head of Communication BukaLapak.com

Di Indonesia, setidaknya masih ada tiga kendala yang membuat e-commerce susah berkembang, antara lain koneksi internet, logistik, dan model pembayaran. Buntutnya bila terus dibiarkan tanpa ada penanganan lebih lanjut, Yusi menambahkan, maka akan mempengaruhi faktor ‘Trust’ (kepercayaan antara penjual dan pembeli). Hal ini yang sejatinya menentukan arah e-commerce suatu negara.

Artikel Terbaru